Pimpinan DPRD Blora, Sidak Pengerjaan Embung Klopoduwur

Ft. Pimpinan DPRD Blora didampingi dua orangbWakil Ketua DPRD saat sidak di embung Kedungsambi Klopoduwur.


BLORA, (JATENGTIGA)–  Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Blora, sidak pengerjaan proyek pembangunan embung Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Senin (27/01)

Sidak Pimpinan DPRD tersebut terkait molornya pengerjaan embung Kedungsambi oleh PT Dwi Ponggo Seto-PT Jaya Beringin Baru (KSO) Surakarta yang mendapatkan penalty sebesar Rp 17 juta sehari terhitung sejak 1 Januari 2020.

Ini sebagai konsekuensi atas molornya proyek pembangunan Embung Kedung Sambi Klopoduwur di Desa Klopoduwur.

"Ya, ini merupakan konsekuensi dari molornya pengerjaan embung ini, jadi ya harus diterima," kata HM Dasum Ketua DPRD Kabupaten Blora saat sidak (Senin, 27/01/2020)

Keterlambatan sudah hampir satu bulan. Tapi Pihak pekerja siap segera menyelesaikan. Harapnnya proyek besar ini cepat selesai, dan  bermanfaat untuk lingkungan sekitar, Imbuhnya.

Pembangunan embung oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, yang menelan biaya Rp.17,1 Milyard ini, Jika sesuai jadwal dimulai sejak 11 Juni 2019 dan selesai pada 31 Desember 2019 yang lalu.

Namun sampai saat ini pengerjaanya masih belum selesai, sehingga menurut hitungan, pengerjaanya molor hampir satu bulan.

Saat sidak, Ketua DPRD Blora, HM. Dasum yang didampingi Wakil DPRD Siswanto dan Sakijan serta satpol PP dan perangkat desa setempat meninjau langsung proyek tersebut.

Para pekerja terlihat masih sibuk melakukan aktifitas di lokasi. Mulai dari pekerjaan pengecoran intek dan pembuatan pagar.

“Kami berterima kasih, kepada pemerintahan pak Jokowi, semua pembangunan menyentuk masyarakat kecil, dan berjalan dwngan baik,"ungkap Dasum

Ia berpesan kepada masyarakat, orang tua, agar diingatkan. Biasanya, kalau ada bendungan baru seperti ini, anak-anak kecil suka bermain, supaya masyarakat dan orangtua mengawasi anak-anaknya. Sehingga semuanya bisa aman.

Sementara, Wakil DPRD Blora, Siswanto saat ditemui seusai kunjungannya menambahkan, pembangunan embung Kedung Sambi bertujuan sebagai penunjang irigasi lahan pertanian produktif yang ada di sekitarnya.

"Fungsi utama embung adalah sebagai sentral pengairan bagi area persawahan. Selain itu, masyarakat bisa mengembangkan potensi embung sebagai objek pariwisata baru di wilayah tersebut," ucapnya.

Menurutnya, jika dijadikan obyek wisata, dampaknya dapat menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Dan supaya memiliki daya tarik sebagai obyek wisata, warga harus  bersama-sama menjaga kebersihan lokasi embung

"Tapi jangan dilupakan fungsi utamanya,” tegas Siswanto.

Plt, Projek Manager, Dony P, mengaku, proges sudah 98,5 persen. Targetnya akhir Januari selesai. Kalau ada kurang masih ada masa pemeliharaan selama 60 hari.

“Yang belum selesai ada aspal, rumah intek sama paving dikit,” terangnya.***(Red/Prn)

Posting Komentar

0 Komentar