Puluhan Pelajar di Blora Ramaikan Lomba Film Bertajuk Buda dan Wisata Lokal




BLORA, JATENGTIGA.COM - Sebanyak 36 kelompok pelajar tingkat SMP dan SMA di Blora mengenalkan Blora dengan film.

Karya-karya yang mengenalkan tentang budaya dan wisata Blora itu lalu dilombakan dalam festival film pelajar Blora 2022.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Wahyu Suryono Pratama mengungkapkan, lomba yang diikuti pajar di tingkat SMP dan SMA se Kabupaten Blora itu bertujuan untuk memfasilitasi karya seni pada pelajar khususnya di bidang film.

“Selain bisa menggali potensi para pelajar, festival ini menurutnya juga untuk memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah mengenalkan budaya dan wisata Blora dalam bentuk film,” ucap Wahyu Suryono Pratama kepada tribunmuria.com, Sabtu (03/12/2022).

Pada festival film tahun ini, Film Wejangan dari SMAN 1 Ngawen dinobatkan menjadi juara I film terbaik.l

Kemudian Juara II diberikan kepada SMPN 2 Cepu dengan karya berjudul Hatiku Tertusuk Sate.

Sedangkan Film Pak Sentun Ikhlas dari SMPN 1 Ngawen menjadi terbaik ketiga dalam ajang festival film pelajar tersebut.

“Dengan festival film pelajar Blora ini, kita bersama Dinporabudpar Blora memfasilitasi dan memberi apresiasi kepada mereka. Bahwa melalui potensi mereka itu, bisa berprestasi dan bisa membanggakan orang tua,” ungkap Wahyu Suryono Pratama.

Pada penganugerahan itu, film terbaik berjudul Wejangan ditampilkan kepada peserta di Gedung Larasati Blora.

Film itu menampilkan kebudayaan tari dengan latar Goa Terawang, salah satu wisata di Blora.

Suasana yang terbangun seakan seperti menonton film bioskop, dengan kualitas karya yang sudah seperti film garapan profesional.

Bahkan, Bupati Blora Arief Rohman mengaku sempat terharu saat menonton film tersebut.

“Di luar ekspektasi saya. Ternyata penyelenggaraannya keren. Tadi film juaranya juga sudah ada roso. Saya sempat terharu lihat ceritanya. Kreatif, selamat untuk temen-temen yang sudah berkarya,” ungkap Arief Rohman.

Dia berharap, pembinaan mengenai dunia film kepada pelajar di Blora bisa terus dikembangkan.

Sehingga bisa muncul pelaku seni audiovisual profesional dari Blora, yang bisa memperkenalkan Blora ke masyarakat luas.

“Kita terus lakukan pembinaan, kalau bisa ada kelas film, agar anak-anak terus berprestasi. Iya, nanti akan dijadikan agenda tahunan dalam serangkaian hari jadi,” jelas Arief Rohman.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.