BLORA, jatengtiga.com – DPRD Kabupaten Blora mendorong agar hasil panen tebu petani lokal dapat segera diserap oleh Bulog guna mengatasi persoalan belum beroperasinya proses penggilingan di GMM Bulog. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi petani dari meningkatnya biaya distribusi dan potensi kerugian saat musim panen berlangsung.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Direksi Bulog Pusat, manajemen GMM Bulog, serta perwakilan petani tebu yang tergabung dalam DPC Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora.
Pertemuan tersebut membahas solusi atas keresahan petani tebu yang saat ini menghadapi kendala pemasaran hasil panen karena proses penggilingan di GMM Bulog belum berjalan optimal. Kondisi itu membuat sebagian petani harus menjual tebu ke luar daerah dengan jarak yang lebih jauh sehingga biaya angkut meningkat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, menegaskan bahwa kepentingan petani harus menjadi prioritas dalam pengambilan kebijakan.
"Kami berharap Bulog dapat mengambil langkah konkret dengan menyerap hasil panen tebu petani Blora terlebih dahulu. Jangan sampai petani harus menanggung biaya tambahan akibat harus mengirim tebu ke daerah lain. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh petani melalui solusi yang cepat dan tepat," ujar Siswanto, Kamis (28/5).
Menurutnya, skema penyerapan tebu oleh Bulog dapat menjadi jalan keluar sementara untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen petani tetap terserap pasar.
DPRD Blora mengusulkan agar GMM Bulog membeli tebu petani lokal terlebih dahulu. Selanjutnya, tebu tersebut dapat didistribusikan ke pabrik-pabrik gula yang masih beroperasi di wilayah lain seperti Kudus, Pati, maupun daerah sekitar.
"Yang terpenting saat ini adalah hasil panen petani tidak terhambat. Kami ingin ada kepastian pasar sehingga petani bisa tetap produktif dan tidak dirugikan," tambahnya.
Sementara itu, para petani yang hadir dalam pertemuan tersebut berharap adanya keputusan cepat dari Bulog dan pihak terkait. Mereka mengaku khawatir kualitas tebu akan menurun apabila terlalu lama menunggu kepastian penyerapan hasil panen.
Melalui forum tersebut, DPRD Blora bersama Forkopimda dan Bulog berkomitmen mencari solusi terbaik agar hasil panen tebu petani tetap terserap dan roda perekonomian sektor pertanian di Kabupaten Blora dapat terus berjalan dengan baik.

0 Komentar