Berita Kehilangan




BLORA, 25/10 (JATENGTIGA.com) - Telah hilang buku KIR Mobil Truk Box nomer Polisi AD 9860 G merk Isuzu atas nama Poerwoko, Alamat Dongsongo, RT 02/06 Wonokerto Wonogiri.

Yang melaporkan A/N A Mansyur Hidayat Alamat Bangkle RT 005 RW 004.



Kronologi 

Dalam perjalanan dari Randublatung menuju Blora, pada Minngu, 24 Oktober 2021, sekitar pukul 15.00 WIB. ditengah perjalanan buku KIR tersebut hilang. 

Demikian berita kehilangan ini di buat dengan sesungguhnya. (Her/admin)


Share:

DPRD Blora Berjanji Selesaikan Masalah Karyawan PT Caraka

 


BLORA, 18/10 (JATENGTIGA.com) - Puluhan eks karyawan PT Caraka Perdana Megah yang tergabung dalam serikat pekerja Pertamina Cepu, menggelar audensi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Senin (18/10).

Sebanyak 80 pekerja ini menuntut hak upah kerja yang belum dibayar senilai 2 milyar dan hak lainya seperti BPJS ketenagakerjaan yang katanya dibayarkan dengan memotong gaji, kepada PT Caraka.

"Para pekerja serikat buruh Pertamina Cepu ini, sebanyak 80 orang, menuntut upah kerja yang belum dibayar sebesar 2 milyar lebih. Ini menurut mereka PT Caraka ini ngesup ke PT Geo Cepu Indonesia (GCI), sedangkan PT Geo dapat pekerjaan dari Pertamina, dan PT Geo sendiri sekarang sudah bangkrut, Pailit. Ini kan kita Carikan solusi," ucap  Siswanto Wakil ketua DPTD Blora usai audensi.

Sebagai wakil rakyat, Politisi dari Partai Golkar ini berjanji bersama Pemerintah untuk menindaklanjuti keluh kesa warganya ini.

Ia akan ke Jakarta untuk menemui Kurator yang sudah menyita aset PT GCI dan ke Pertamina Pusat untuk mencari solusi permasalahan yang sudah hampir empat tahun tak kelar kelar.

"Ini kan kasus lama, tapi gak ada yang folow up. Kita harus ke Jakarta mendatangi kuratornya yang mengurusi GCI ke Pertamina Pusat yang memberi Pekerjaan PT GCI, kalau mubang mubeng ning Blora gak rampung ini, podo gak due duite ya kan," jelas Siswanto.

Sementara pihak PT Pertamina EP Cepu, yang menghadiri pertemuan terkait dengan pemasalahan hubungan industrial yang terjadi pada tahun 2017, yang terjadi pada PT GCI dan PT Caraka Perdana Megah menceritakan kronologis permasalahan yang terjadi.

Persoalan ini tidak terkait langsung dengan PT Pertamina EP Cepu Field, dikarenakan PT Pertamina EP Cepu Field,  tidak mempunyai hubungan kontrak kerja dengan PT Caraka Perdana Megah,  yang mempunyai masalah industrial dengan pekerja dan merupakan subcontractor dari PT Geo Cepu Indonesia (CGI).


Menanggapi hal tersebut, Field Manager Pertamina EP Cepu Field, Agung Wibowo menjelaskan, bahwa  PT Pertamina EP Cepu Field tidak mempunyai dasar kewajiban pemenuhan tuntutan dari eks pekerja PT Caraka Perdana Megah.


“Kami memenuhi undangan DPRD sebagai perhormatan terhadap lembaga legislatif, karena kami diundang. Namun sudah kami jelaskan dalam persoalan ini PT Pertamina EP Cepu Field secara aturan tidak dapat memenuhi kewajiban tuntutan tersebut, karena kami tidak pernah mempunyai kontrak kerjasama dengan PT Caraka Perdana Megah,” ujar Agung.

Dalam pertemuan tesebut Agung juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan operasi dan kegiatan apapun, PT Pertamina EP Field Cepu harus memenuhi aspek Good Corporate Governance (GCG), semua dijalankan mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku.(Her/red)

Share:

Perhutani Salurkan Belasan Alat Bantu, kepada Belasan Disabilitas di Blora

Perhutani KPH Blora Salurkan belasan alat bantu kepada kaum disabilitas di Wilayah Kecamatan Japah, Rabu (6/10/2021).

BLORA, 6/10 (JATENGTIGA.com) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Rabu (6/10) menyalurkan belasan alat bantu berupa empat buah kursi roda, tiga buah crutck, tiga buah alat dengar dan satu buah walking cabe kepada kaum disabilitas di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, Ngapus, Nglawungan, dan Ngrangkang.

Administratur KPH Blora, Agus Widodo mengucapkan syukur, ditengah pandemi covid 19 ini, masih bisa menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar hutan, khususnya kaum disabilitas.

"Alhamdulillah kami masih bisa menyalurkan bantuan, sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat disekitar hutan, dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam hal ini kami bisa berbagi kepada kaum disabilitas di wilayah Kecamatan Japah," ungkap Agus Widodo.

Mudah mudahan, lanjut Agus, alat bantu ini bisa bermanfaat bagi mereka, yang semula tidak bisa membeli bisa terwujud keinginanya, dan bisa digunakan untuk membantu aktifitas sehari hari.

"Kami berharap apa yang diberikan Perusahaan ini barokah bagi Perusahaan kami, bagi karyawanya, hutan lestari, masyarakat sejahtera dan terbantu dengan kehadiran Perum Perhutani," tuturnya.

Kedepan Agus ingin kepada masyarakat, Kepala desa, jika ada kebutuhan masih bisa mengajukan permohonan kepada Perhutani untuk diteruskan ke Pusat apa yang dibutuhkan. Pihaknya tidak berjanji nun akan membantu memfasilitasi.

Bantuan ini, sebagai bentuk kepedulian sosial, dan kontribusi nyata Perusahaan dalam rangka mendukung program Pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, serta guna pencapaian TPB/SDG,s.

Bantuan ini dipreoritaskan pada masyarakat sekitar desa hutan dan atau keluarga pesanggem atau Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Lembaga Masyadakat Desa Hutan (LMDH). 

Ini merupakan kali pertama Perum Perhutani Blora memberikan bantuan  sebesar Rp. 8.850.000,- kepada 11 orang kaum disabilitas. 

Sebelumnya bantuan Perhutani diwujudkan dalam bentuk tandon air, alat sholat, karpet dan masih banyak lagi tiap setahun sekali. (Pur/admin)


Share:

Prihatin Jalan di Desanya Rusak, Anggota DPRD Cantik ini Turun Tangan

 


BLORA, 3/10 (JATENGTIGA.com)  - Prihatin jalan rusak di desanya , Padmasari Mestikajati, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang cantik ini, gerak cepat menangani pembangunan jalan desa di empat titik.

Dengan menggunakan dana bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng tahun 2021 sebesar 800 juta rupiah, ia turun tangan meninjau pembangunan jalan di empat lokasi.


Empat lokasi itu berada di dukuh Jambangan, dua titik di dukuh Blingi, satu titik lagi di dukuh Growong desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah.

"Jalan ini harus dibangun. Mengingat jalan ini adalah akses perekonomian warga" ucap Politisi Partai Golkar yang memiliki paras cantik ini, Minggu (3/10) kemarin.

Dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, dan Kepala Desa (Kades) Sukorejo Sutrisno, Plt Sekretasria Desa (Sekdes) Sariyanta meninjau 4 titik lokasi pembangunan jalan yang pengerjaanya di  paving.

Sutrisno, Kepala Desa Sukorejo mengatakan bahwa pembangunan jalan paving ini, membutuhkan waktu dua minggu di setiap titiknya. 

"Rencananya pengerjaan ini akan selesai sekitar dua minggu kedepan untuk setiap titiknya" kata Sutrisno.

Desa Sukorejo merupakan Desa yang terletak di Bagian Utara Kabupaten Blora yang dimana warganya mayoritas petani. Desa ini berbatasan dengan Desa Sambongrejo, Kalangan, danTamanrejo. 

Di desa inilah Padmawati di lahirkan oleh seorang Politisi Partai bergambar pohon beringin, Bambang Sadono, yang juga pernah menduduki sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. (Pur/Admin).

Share:

Terbaru

Perhutani - Kejari teken MoU Tentang Penanganan Bersama Penyelesaian Masalah Hukum Perdata dan TUN

  BLORA, 17/11 ( JATENGTIGA. com ) - Perhutani Blora Raya teken Memorendum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Ra...

Total Pageviews

Categories

OLAH RAGA

SELANJUTNYA »