Petugas Perhutani di Blora, Amankan Ratusan Kayu Illegal


Foto : Polisi berjaga mengawasi pengangkutan kayu pada malam hari 


BLORA, JatengTiga.com - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa tengah mengamankan ratusan batang kayu diduga hasil Illegal Loging. 

Ratusan batang kayu dalam bentuk balok (persegi) berbagai ukuran tersebut, diamankan di sebuah rumah tempat penimbunan kayu Illegal di dusun Gejek, Desa Kepoh, Kecamatan Randublatung. 

Waka ADM KPH Randublatung, Agus Kusnandar mengungkapkan penangkapan penimbunan kayu Illegal tersebut berdasarkan informasi masyarakat. Pihaknya lalu berkoordinasi dengan Polres Blora untuk melakukan penindakan. 

"Sabtu tanggal 15 Januari kita bergerak bersama Polres melakukan penindakan di rumah AD di dusun Gejek Desa Kepoh. Kita lakukan penggeledahan. Hasil penggeledahan kita amankan 837 batang berbagai bentuk," kata Agus, Jumat (28/1). 

Menurut Agus, saat dilakukan penggeledahan pelaku diketahui tidak sedang berada di rumah. Ratusan batang kayu itu selanjutnya diamankan petugas untuk disita. 

"Pelaku kebetulan saat kegiatan tidak berada di rumah. Namun pihak polres masih melakukan penyelidikan," ungkapnya. 



Agus menambahkan ratusan batang kayu jenis jati itu diperkirakan berasal dari wilayah BKPH Banyuurip, Kemadon dan Selogender. 

"Nominal kerugian diperkirakan mencapai Rp 140 juta rupiah," jelasnya. 

Dikatakan Agus penindakan ini sebagai wujud sikap tegas Perhutani terhadap para pelaku Illegal Loging. 

"Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meminimalisir kejadian serupa khususnya Illegal Loging," pungkasnya. (Her).

Share:

Bupati Siap Hadapi Tuntutan Ratusan Warga terkait Dugaan Kecurangan Tes Perades, Jika Memiliki Bukti

 


Foto : Bupati Blora H. Arief Rohman, di dampingi wakil Bupati Tri Yuli Setyowati,  saat jumpa Pers usai demo warga. (Kamis,  27/1)

BLORA,  JatengTiga.com- Usai aksi unjuk rasa ratusan warga yang menuntut pembatalan tes CAT perangkat desa (Perades), Bupati Blora H. Arief Rohman didampingi wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, menggelar jumpa pers. 

Bupati mengatakan setelah menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda, mempersilahkan warganya untuk melaporkan ke PTUN jika memiliki bukti kecurangan admistrasi. 

"Bahwasanya tentang kegiatan demo, kita sebagai negara demokrasi, sebagai wujud penghargaan kebebasan berpendapat tentunya kita menghormati, antara asas keseimbangan hak dan kewajiban, serta asas penduga tak bersalah, " kata Bupati di Pendopo rumah Dinas, Kamis (27/1/2022) kemarin. 

"Jadi kita mempersilahkan pihak pihak yang memang tidak puas, karena mekanisme sudah dijalani semua, dan sekali lagi kewenangan mengangkat perangkat desa ini, kan kewenangan kepala desa. Dan ntah itu dilaksanakan  internal maupun pihak ketiga itu kewenangan kepala desa. Ketika sudah ada dijalani semua, sampai tahap pelantikan, kalau ada yang tidak puas ya nanti silahkan menggugat," jelas Arief.

Menurutnya mekanisme tata aturanya sudah ada,  begitu ada yang tidak puas,  pihaknya mempersilahkan mengajukan gugatan. 

Ketika nanti putusan pengadilan bahwa proses ini, dinyatakan tidak syah dan harus diulang, menurutnya prosesnya juga akan diulang. Tetapi dasarnya tidak atas desakan publik.

Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Pemerintahan desa DPMD Blora, Dwi Edy Setiawan, ketika ditanya soal adanya dugaan jual beli jabatan pengisian perangkat desa, mengatakan dirinya tidak enak sama Kepala desa (Kades). 

"Dugaan kan,  kondisi dilapangan ya kita terus terang tidak tahu 193 desa. Praduga tak bersalah lah kalau kita,  gak enak sama pak Kades, " kata Dwi. 

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah, SH., MH., ketika ditemui di halaman rumah dinas Bupati, setelah jumpa pers Bupati, menyatakan bahwa hingga hari ini belum ada laporan resmi secara tertulis terkait dugaan kecurangan pengisian perades yang dialamatkan ke institusinya.

“Sampai saat ini semuanya masih dugaan, belum ada yang melaporkan secara resmi ke kepolisian dengan menyertakan bukti kecurangan. Sehingga azas praduga tak bersalah harus tetap kita lakukan. Kita siap ketika ada laporan resmi masuk, maka proses akan berjalan,” tegas Kapolres.

Dugaan kecurangan tes Penjaringan Perangkat Desa (Perades) di Blora, Jawa Tengah Lembaga Ombusmen juga angkat bicara. 

Sabarudin Hulu Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Jateng, mengatakan seleksi perangkat Desa diatur dalam peraturan perundang-undangan, diantaranya Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati. 

Peserta seleksi perangkat desa dan masyarakat berhak mengawasi pelaksanaan seleksi perangkat desa, untuk mencegah mal administrasi.

Pengawasan yang dilakukan, dengan menyampaikan laporan/pengaduan kepada Panitia Seleksi Perangkat Desa atau kepada Kepala Daerah, untuk dilakukan pemeriksaan atas pengaduan yang dilaporkan. 

'Namun dengan didukung bukti yang cukup, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian," ungkap Sabarudin, Kamis (27/1)

Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, berharap pihak Pemkab Blora memberikan perhatian dan menindaklanjuti terkait aspirasi peserta seleksi perades, dan masyarakat sesuai kewenangan yang dimiliki. 

"Apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur dan aturan, untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai wujud memberikan pelayanan publik," jelasnya.



Sebelumnya ratusan warga yang kecewa dengan pelaksanaan tes penjaringan Perades,  menggelar aksi demo jalan kaki, dari lapangan eks stadion Kridosono, menuju kantor Bupati. 

Mereka menyuarakan kekecewaannya karena diduga ada manipulasi nilai. Mereka menuntut dibatalkaannya tes CAT perades yang diduga ada kecurangan. (Her/red)





Share:

Ngetril Bareng, Kejari dan Perhutani di Kawasan Hutan Blora

 



BLORA,  jatengtiga.com, Blora ramai ketika Kejaksaan Negeri (Kejari), bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, ngetril bareng menelusuri desa sekitar kawasan hutan wilayah Randublatung. 

Ngetril bareng ini bertujuan untuk menggelar komunikasi sosial (Komsos),  memberi edukasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya kelestarian hutan dan lingkungan, dengan memberdayakan potensi hutan yang memungkinkan sebagai wisata.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Blora Yohanes Avilla Agus Awanto Putra beserta jajaranya serta   Administratur KPH Randublatung Dewanto,  beserta jajaranya. 

Adm Perhutani KPH Randublatung mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun komunikasi dan menjalin sinergitas antara Perhutani Kejaksaan Negeri Blora dan Masyarakat sekitar hutan.

Selain itu untuk menciptakan dan memelihara kondusifitas dan kemesraan antara Perhutani dan masyarakat, serta menggali sumberdaya hutan yang masih bias guna di kembangkan masyarakat.

“ Kegiatan trabas ini selain untuk menjalin sinergisitas antara perhutani dan jajaran Kejaksaan serta Masyarakat, juga untuk menggali sumber daya hutan yang masih mungkin bisa dikembangkan sebagai unit usaha masyarakat," kata Dewanto. 

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat desa Kalisari, kecamatan Randublatung, mereka telah merintis wisata di hutan pt. RPH Jatikusumo, BKPH Kedungjambu.

"Semoga dengan terciptanya unit usaha ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” Ujar Dewanto

Sementara itu Kajari blora Yohanes Avilla Agus Awanto Putra merasa bangga  dengan kegiatan ini. Karena disamping bisa menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat dan juga bisa merasakan keindahan suasana hutan wilayah KPH Randublatung masih bagus dan harus di pertahankan.

 “ Saya merasa bangga dan senang bisa berkeliling hutan di KPH Randublatung ini, disamping bisa bertemu langsung kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan , juga bisa menikmati indahnya suasana hutan, "ujar Kajari

Lebih lanjut Kajari Blora berpesan, keindahan alam ini harus dilestarikan, maka dari itu, mari bersama sama dijaga keberlangsungan hutan ini, misalnya dengan melakukan penanaman bersama.(her/red)

Share:

Peduli Lingkungan, Yayasan Pamor Kuat Gandeng Perhutani Tanam Pohon Sahabat Air





BLORA, 10/1 JatengTiga.com - Kabupaten Blora,  Jawa Tengah meskipun lahanya sebagian besar dikelilingi hutan terutama pohon Jati, namun setiap musim kemarau, masih saja warga kekurangan air atau kekeringan masih banyak dijumpai di sejumlah desa di Blora. 

Melihat hal itu yayasan Pamor Kuat menggandeng Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, untuk melakukan konservasi air dengan menanam pohon sahabat air. 

Ketua Yayasan Pamor Kuat Morindra Kresna mengatakan dalam perjalanan didapati kenyataan di musim kemarau sumber mata air baik sungai, sumur banyak sebagian kering. 

Banyak juga dijumpai pohon pohon besar atau pohon sahabat air yang di tebang. Seperti di Randualas, Kecamatan Ngawen pohon randunya tinggal satu. Bahkan di desa Gayam, Kecamatan Bogorejo sudah tidak ada lagi. Siapa yang dirugikan, tentu saja pertani dan peternak. 

"Setelah kami berdiskusi dengan Perhutani, kita adakan dua kegiatan. Yang pertama memperbanyak pada sahabat air dititik mata air,  yang kedua menanami recharge atau dari mata air dengan pohon sahabat air, " kata Morindra, Senin (10/1/2022).

Morindra berharap adanya kegiatan ini, semoga Blora menjadi lumbung air dimasa mendatang. Selain itu pihaknya juga terus mensosialisasikan ke sekolah sekolah, generasi muda dan mengedukasi masyarakat dengan menanam pohon sahabat air. 

Sementara Administratur KPH Blora Agus Widodo menyambut baik kerjasama ini.  Ia sangat mengapresiasi yayasan Pamor Kuat yang peduli lingkungan, terurama agar tercipta mata air untuk Blora. 

"Kami apresiasi kegiatan ini, karena ini sangat berguna bagi generasi mendatang, bagi anak cucu kita. Jangan tinggalkan air mata kepada anak cucu kita, tapi tinggalkanlah mata air, " ungkap Agus Widodo. 

Kegiatan menanam pohon sahabat air ini,  dilaksanakan di sumber goa macan yang berada Kecamatan Todanan,  Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (red) 








Share:

Komisi C DPRD Blora, Dukung Desa Wisata Blora

 


BLORA, 7/1 (JatengTiga.com) - Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dikukuhkan menjadi sebuah desa wisata di Blora.

Ini ditandai dengan diserahkankanya Surat Keputusan (SK) dari Perintah Kabupaten Blora, melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Blora, Warsit, sangat mendukung sekali dengan dikukuhkanya desa Nglobo sebagai desa wisata. 

"Saya sangat mendukung sekali. Karena apa, kita sebagai manusia itu kan butuh rilek, butuh santai. Kalau kita bekerja terus sebagai manusia itu kan jenuh, butuh refresing. Makanya perlu kita gali potensi yang ada di Blora. Kalau kita pingin refresing yang dekat dan murah, kita tidak perlu jauh jauh, tinggal kita datangi wisata yang ada di daerah kita, di Blora," kata Warsit.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinporabudpar Blora Dra. Isti Nuratri, M.Si mengatakan desa Nglobo memang layak dijadikan contoh desa lain menjadi desa wisata.

"Kemarin desa Nglobo minta dilegalkan menjadi desa wisata. Kita sedang berupaya semaksimal mungkin sudah memberikan pengarahan, pembinaan supaya desa Nglobo ini, menjadi tauladan desa desa disekitarnya. Bisa memberi dorongan psikologis menjadi lebih maju," ungkap Isti, Jumat (7/1/2022).

Usai menerima SK resmi sebagai desa Wisata Pudik Harto selaku kepala desa Nglobo akan segera koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk membuat perencanaan mengembangkan desa wisata yang sudah ada, menjadi lebih menarik.

"Kita akan mulai menata kembali wisata yang sudah ada agar lebih menarik lagi. Mungkin dengan bantuan dari pemerintah baik insfrastruktur maupun yang lainya, nantinya bisa bermanfaat dan harapan kami desa Nglobo bener bener menjadi desa wisata andalan di Blora," jelas Pudik.

Dukungan dari Pemerintah Kecamatan yakni Camat Jiken Mulyowati, juga sangat bagus. Karena menuju desa wisata ini,  sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat, maupun daerah.

"Sesuai harapan dari Pemerintah pusat dari pak Jokowi, pak Gubernur dan dari pak Bupati sendiri, kita menuju desa wisata, menuju desa mandiri. Mungkin dengan di syahkanya desa Nglobo menjadi desa wisata kita akan mengembangkan destinasi wisata yang ada di desa Nglobo, karena desa Nglobo ini lain daripada desa lain di Kabupaten Blora. Harapannya tidak hanya menjadi wisata di Kabupaten namun menjadi wisata di luar daerah," tutup Mulyowati

Sekedar diketahui Desa Nglobo ini memiliki potensi wisata yang menarik dan unik. Hutanya yang masih alami, wisata edukasi sumur angguk pengolahan atau ekplorasi minyak mentah yang menjadi texasnya Indonesia, wisata air hangat Plumpung, wisata taman sor pring dan pengolahan sampah serta limbah kayu jati yang dibuat sovenir menarik dan banyak lagi potensi alam yang bisa diangkat menjadi desa wisata.(Pur)

Share:

Inilah Cara Kerja AVVR-19, Obat Covid Temuan Pengusaha Asal Blora



BLORA, 5/1 (JatengTiga.com) - Corona Virus Disease (Covid-19) masih saja menghantui negara negara di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi saat ini tersebar Variant Omicron yang katanya sudah masuk di Indonesia.

Melihat kondisi itu, seorang pengusaha asal Blora yang bergerak di bidang Farmasi, Kurniawan Yunarto menjelaskan cara kerja obat hasil ciptaanya pada Juli 2021 lalu.

Diberitakan pada 13 Juli 2020 lalu, ia telah melakukan uji coba obat Covid 19 yang dinamakan AVVR 19. 

"Ya, waktu itu ibu saya sendiri dinyatakan positif Covid 19 oleh dokter di sebuah rumah sakit di Purwodadi. Dan karena biaya BPJSnya kata rumah sakit habis, saya bawa pulang. Saya mencoba mencari alternatif dengan keilmuan yang saya pelajari di kampus. Jadilah AVVR-19 dan ibu saya sekarang sudah sehat lagi," kata Kurniawan, (13/7/2020) lalu.

Saat ini, ia mencoba menjelaskan cara kerja AVVR -19, yang mampu men-salepi bagian dalam paru-paru secara nano mikro, yang tidak mengganggu proses penyerapan molekul oksigen oleh fungsi alveolus pada paru-paru .

Setiap organ dalam tubuh manusia mendapat suplai oksigen dari paru-paru melalui darah yang mengikat oksigen, dan mengedarkan ke setiap organ pada tubuh manusia secara merata. 

"Pengetahuan kita tentang suplai oksigen dari paru-paru adalah pengetahuan yang umum di berikan pada pelajaran sekolah dasar. Benarkah hanya menyuplai oksigen atau juga bisa menyuplai zat polutan pada lingkungan yang berpolusi?, ternyata zat polusi yang kita hisap juga di sebarkan secara merata pada organ tubuh kita dengan pintu utama paru-paru kita," jelasnya.

Tak heran jika WHO dan Kementerian kesehatan dengan getol melakukan sosialisasi bahaya merokok, namun tak heran jua jika dilihat legalitas rokok sebagai produk yang bisa membunuh, melenggang sangat bebas, bahkan dari tahun ke tahun produk ini memiliki daya tarik yang tinggi secara legalitas perusahaan. 

Mungkinkah suatu keputusan yang besar terkait perburuhan bisa mempengaruhi legalitas izin, sementara suatu produk yang bertujuan untuk menyelamatkan penderita gangguan paru-paru mengalami kendala perizinan, yang terkait nyata degan kehidupan, bukan lagi secara nilai ekonomi.

"Pada luka kulit luar kita wajib hukumnya kita rawat dengan mengoleskan obat salep, dsb, bahkan kita tutup agar mempercepat proses penyembuhan, agar tidak terjadi infeksi lanjutan dari kuman, virus, bakteri, jamur dan zat pengotor lainnya," katanya.

"Apa yang terjadi pada pasien penderita gangguan paru-paru yang mengalami infeksi, sementara paru-paru kita bekerja tanpa henti seumur hidup, maka kita pun harus merawatnya sedemikian juga agar jaringan parut yang terbentuk menjadi kuat dan memiliki fungsi yang sama dengan jaringan awal / jaringan asal sebelum terkena infeksi," imbuh Kurniawan.

Entah mengapa secara medis hal ini jarang di pikirkan dan kurang mendapat perhatian secara fokus. 

Di Indonesia banyak tenaga medis dan kaya akan sumber kekayaaan alam, telah di temukan dan dalam proses pengurusan hak paten tentang perawatan pasca sakit infeksi paru-paru. 

"Haruskah penemuan ini hilang tanpa bekas, atau hanya menjadi literatur saja yang tidak berguna secara real, sementara kita mungkin bisa menyelamatkan nyawa banyak orang dan mengakhiri situasi pandemi ini dengan herd immun", tuturnya.

Sambil menunggu proses paten yang tak kunjung selesai, AVVR-19 memberikan nilai lebih sebagai obat yang mampu :

Menutrisi paru-paru, Merawat jaringan parut pada proses penyembuhan.

Hal lain yang masih butuh penelitian AVVR mampu menutrisi dan membawa zat berkhasiat pada jaringan organ lainnnya, hal ini di ketahui setelah beberapa relawan pengguna AVVR yang menderita gangguan fungsi ginjal (cuci darah seminggu 2 kali) mampu bertahan melewati masa-masa pandemi bersama. 

Menurutnya, pada masa depan teknik pengobatan AVVR adalah teknik yang masih bisa di kembangkan untuk sumbang sih medical dari Indonesia untuk dunia. 

Sebuah mutiara dunia yang harus berjuang untuk legalitasnya, seluruh masyarakat berhak untuk peduli tentang ini.

"Tentang legalitas vaksin yang kita tahu juga di berikan untuk suatu produk yang belum memenuhi legalitas total. Mungkinkah AVVR sebagai karya anak bangsa Indonesia harus tersingkir, di dunia ini selamanya," pungkasnya.(red)

Share:

Terbaru

Perhutani Tanam Tebu Perdana di Lahan Seluas 6,4 Hektar

  BLORA, JATENGTIGA.COM - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, menanam tebu perdana di petak 55 -A Resort Pemangkuan Hutan (RPH...

Total Pageviews

Categories

OLAH RAGA

SELANJUTNYA »