Hasil Panen Padi SRI Organik Empat Kali Lipat Dibandingkan Konvensional



BLORA, JATENGTIGA.com - Program Padi SRI Organik yang dikembangkan Pertamina EP dengan menggandeng Aliksa membuahkan hasil panen yang luar biasa.

Hasil panen program padi SRI Organik bisa empat kali lipat dibandingkan dengan konvensional. Ini dibuktikan sendiri oleh para petani mitra binaan Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Bina Alam Sri, yang mencapai 9,3 ton per hektar (Ha) awal Maret 2021.  

"Hasil tersebut terhitung menggembirakan karena menurut data dari tim Aliksa secara umum produksi tertinggi 8,4 ton/Ha,” ujar Kautsar Restu Yuda, CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Sabtu (27/3). 

Direktur Aliksa, Alik Sutaryat juga membenarkan hal tersebut, pihaknya akan terus mengembangkan program padi SRI Organik tersebut.

“Produktivitas panen padi dengan metoda SRI Organik secara umum antara 6,3 hingga 8,4 ton/Ha,” ucapnya. 

Menurut Alik, sebagai perbandingan produktivitas padi konvensional terendah 4,5 ton/Ha, sementara tertinggi 5,8 ton/Ha. 

Dikatakan Alik keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, melainkan juga harga jual. 

“Harga beras SRI Organik rata-rata di nilai Rp 15.000/kg. Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000/Kg,” jelas Alik. 

Jika dihitung pendapatan per hektar dalam satu musim tanam, maka petani SRI Organik memperoleh penghasilan 32.800.000/Ha. Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp 8.200.000/Ha. 

Selain dari aspek keberhasilan produktivitas dan pendapatan, program ini juga berkembang secara luasan lahan. 

“Mulai dari 2,6 hektare (ha) saat panen perdana menjadi 13,36 Ha pada awal 2021. Bersama rekan-rekan Aliksa, kami menargetkan luasan lahan kelompok mencapai 20 Ha,” ucap Restu. 

Restu berharap ketertarikan para petani di wilayah lain bertambah. Untuk saat ini program tersebut sudah meluas dari Desa Bajo ke desa-desa sekitar di Kecamatan Kedungtuban dan diharapkan bisa menjangkau kecamatan lain, khususnya ring satu perusahaan.(Her/red)

Share:

Semen Gresik Gelar Rangkaian Panen Raya, Bersama Petani

 

Jatengtiga.com


REMBANG, JATENGTIGA.com- PT Semen Gresik (SG) menggelar Panen Raya jagung, padi gogo, dan jambu kristal bersama petani   Rembang, di lahan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) milik Semen Indonesia Persero (Tbk) yang berada di area operasional PT Semen Gresik Pabrik Rembang.

Panen raya ini berkat program Semen Gresik Sahabat Petani, perusahaan . Melalui program ini, SG merangkul para petani di desa sekitar wilayah operasional untuk mengolah lahan seluas 58 hektar secara gratis serta mendapatkan insentif pendampingan dalam peningkatan produktivitas hasil pertaniannya.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR Semen Gresik, Dharma Sunyata, menyampaikan bahwa Panen Raya ini merupakan bukti komitmen Semen Gresik dalam mendukung upaya percepatan kedaulatan pertanian lokal. 

Dengan adanya program ini, SG memfasilitasi pengembangan masyarakat di bidang pertanian agar dapat mengelola lahan pertanian secara optimal dengan komoditas tanam yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Dikatakan Dharma Sunyata, melihat hasil dari rangkaian Panen Raya ini dapat menjadi sebuah peluang besar dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat desa secara signifikan. 

Petani yang memanfaatkan lahan IPPKH ini akan diakomodir oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sekitar perusahaan, sehingga memiliki alur distribusi yang pasti.

“Di tahun ini Semen Gresik telah mematangkan feasibility study terkait tata kelola pelaksanaan  program di bidang pertanian yang akan disinergikan dengan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan," ungkapnya. 

Sehingga, lanjut Dharma Sunyata, nantinya secara bersama dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatkan lahan yang ada, untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dari sektor yang paling mendasar yaitu dari pedesaan.

"Sehingga kedaulatan lokal tidak lagi menjadi angan, dan ekosistem yang positif menjadi hal yang nyata dalam semangat merajut harapan menuju keberlanjutan,” jelasnya. 

Kang Jum, salah satu petani dari desa Timbrangan, merasa bersyukur adanya program ini. 

"Selain ketersedian bibit yang mudah, pengakomodasian hasil pertanian juga akan langsung ditampung oleh BUMDes sehingga tidak kesulitan dalam mendistribusikan hasil panen nantinya," tutur kang Jum

Secara konsisten, melalui hasil dari social mapping yang dilakukan PT SG bersama Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan potensi yang besar pada lahan pertanian di sekitar wilayah operasional. 

Terhitung potensi panen raya dari pertanian jagung yang ditanam di lahan seluas 42 hektar sebesar 336 ton. Sedangkan pertanian padi Gogo berpotensi menghasilkan total panen 84 ton di luas tanah 12 hektar. 

Hal ini kemudian menjadi upaya SG dalam melakukan pendampingan perihal program pertanian terpadu, salah satunya dengan pengembangan demplot perkebunan hortikultura dengan komoditas pohon jambu kristal, srikaya jumbo, klengkeng, durian montong, pisang cavendis dan Kawis. Hingga Rabu lalu, hasil panen pada komoditas jambu kristal mencapai 56 kg.(Mirza/red)

Share:

Asyik, Ribuan Warga Klopodhwur dapat Bibit Buah Gratis di HUT Perhutani Ke-60

 




BLORA, JATENGTIGA.com- Dalam rangka menyambut  Hari Ulang Tahun (HUT) Perhutani ke- 60 yang jatuh pada 29 Maret 2021 mendatang, Perhutani Mesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora menggelar aksi kebaikan sedekah hijau.

Aksi sedekah hijau itu, dengan membagikan bibit buah-buahan kepada masyarakat dan lembaga pendidikan di  Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Kamis (25/03/2021).

Sebanyak 1.000 bibit buah dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan lembaga pendidikan. Bantuan diserahkan langsung oleh Administratur Perhutani KPH Blora, Agus Widodo.

1000 bibit buah tersebut berupa Duwet, Jambu, Srikaya, Durian, Alpukat, Matoa, dan Mangga. 

“Dalam rangka memperingati HUT Perhutani Ke-60, kami melakukan sedekah hijau dengan membagikan 1.000 bibit buah–buahan kepada masyarakat desa sekitar hutan dan lembaga pendidikan (SMK Muhamadiah) sebagai wakil generasi penerus," ungkap Adm Agus Widodo

Adm. Perhutani KPH Blora Agus Widodo yang suka berkelakar ini berharap, sedekah ini bisa menjadi berkah bagi Perhutani, agar karyawan hidupnya mewah tapi barokah, gelar sajadah, dan dapat pergi ke Mekkah

"Kami harapkan bisa ditanam di musim ini, di pekarangan atau kebun, sehingga dapat membantu menghijaukan Blora dan bermanfaat bagi warga ” Imbuh Agus Widodo

Dikatakan Agus Widodo, sebelum acara sedekah hijau ini juga telah dilakukan penanaman pohon kayu-kayuan di kawasan hutan di wilayah Desa Klopoduwur.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Blora, Sugeng (50), warga Desa Klopoduwur mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit yang diterima dan akan membagikan kepada anggotanya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Perhutani yang telah memberikan bantuan bibit buah-buahan, kami sangat senang, akan kami bagi kepada masyarakat, dan tanam secepatnya musim ini. Selamat Ulang Tahun Perhutani Ke-60, semoga Perhutani jaya, hutanya lestari dan bermanfaat bagi masyarakat,’ kata Sugeng (Mirza/red)

 

Share:

Sejumlah Pohon Tumbang dan Satu Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung di Blora



BLORA, JATENGTIGA.com - Angin puting beliung yang terjadi di Blora,  Minggu (21/3) sore, menghantam Dua Kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa tengah.Akibatnya, sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan rumah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora Hadi Praseno melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Agung Tri mengatakan, Dua Kecamatan yang dilanda angin puting beliung yakni Kecamatan Kunduran dan Ngawen.

Di Kecamatan Kunduran, Angin puting beliung merobohkan dua buah pohon jati yang berada di Desa Tawangrejo. 

"TRC BPBD Blora melaksanakan evakuasi pemotongan pohon tersebut dibantu menggunakan alat berat," ungkap Agungtri kepada media (Minggu, 21/3).

Sedangkan di Kecamatan Ngawen, angin puting beliung menghantam 4 Desa, masing-masing Desa Trembulrejo, Desa Plumbon, Desa Bergolo dan Desa Bandungrojo. 

Di Desa Trembulrejo Angin puting beliung merobohkan sebuah pohon jati, hingga menggangu jalan lintas propinsi.

Sementara di Desa Plumbon dua rumah dilaporkan rusak berat dan sedang. 

"Rumah rusak berat milik Andang Joko Cahyono, Rumah rusak sedang milik Sutarjo dinding jebol dan genteng hilang," imbuhnya. 

Selain itu Lanjut Agung, di Desa Bergolo dan Bandungrojo sebuah pohon tumbang menimpa dapur rumah warga. Dan 8 rumah warga juga mengalami kerusakan ringan serta satu rumah roboh. 

"Kerusakan ringan ini genteng rumah pada rusak tertiup angin. Sedangkan satu rumah milik Sobirin roboh," katanya. 

Dikatakan Agung, BPBD sendiri saat ini telah melakukan assesmen dan berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan setempat. 

"Kita melakukan assesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan. Untuk korban jiwa nihil," pungkasnya.(Mirza/Red)

Share:

1 Unit Komputer Milik SMP Merdeka Lenyap, Digondol Maling

 


BLORA, JATENGTIGA.com- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Merdeka, Kecamatan, Ngawen Kabupaten Blora dibobol maling. Satu unit komputer dan sejumlah peralatan elektronik lainya dibawa kabur pelaku.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Merdeka, Patuh Sugiharto, membenarkan kejadian tersebut, ketika dihubungi melalui telepon oleh media. 

"Betul mas, kejadiannya itu diketahui Kamis (18/03) pagi, sekitar pukul 07.40 WIB," ungkap Patuh.

Dikatakan Patuh, pelaku berhasil masuk ke dalam ruang kantor SMP Merdeka dengan cara mencongkel pintu.

Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian membawa kabur satu unit komputer dan beberapa peralatan elektronik.

"Yang diambil oleh pelaku satu unit komputer, proyektor, kipas angin, speaker corong, mik werles," jelas Patuh. (Mirza/red)

Mengetahui ada pencuri, penjaga sekolah kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Kepala Sekolah, dan melanjutkan laporan ke Polsek Ngawen, Polres Blora.

Adanya kejadian tersebut, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib. Kini Polisi masih memburu pelaku pencurian tersebut.

Share:

Jual Kambing Curian, Pemuda Asal Cepu Dibekuk Polisi

 



BLORA, JATENGTIGA.com- Pemuda specialis pencuri kambing yang meresahkan warga dibekuk Satuan Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora Sabtu (20/3) kemarin. 

Ia bernama Rizal Dwi Saputro (19) warga desa Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Ia diringkus petugas saat akan menjual seekor kambing hasil curiannya di Pasar Hewan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari laporan korban bernama Suhartono, (52), warga Kelurahan Balun RT 01/07 Kecamatan Cepu.

"Benar, berdasarkan laporan korban, kami pada Sabtu (20/3) kemarin, mengamankan pelaku specilais pencuri kambing. Dari Pengakuannya, pelaku sudah beraksi 16 kali ditempat yang berbeda," ungkap AKP Agus (Minggu, 21/3).

Kejadian itu berawal pada Jum’at (19 /3) pagi, pukul Pkl 09.00 WIB. Korban waktu itu sedang mengembalakan lima ekor kambingnya, di pekarangan belakang rumah.

Sekira pukul 11.30 WIB, korban meninggalkan kambingnya untuk pergi ke Masjid melaksanakan sholat Jum’at. Karena suasana sepi pelaku mulai beraksi mencuri kambing itu.

Pulang sholat, korban kaget melihat salah satu kambing jantan jenis garut, yang awalnya berada di pekarangan hilang. Lalu korban lapor ke Polsek Cepu. 

Menindaklanjuti laporan tersebut Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Imam Kurniawan,SH beserta anggota untuk melakukan penyelidikan. 

Dan dengan waktu hanya sehari, Sat Unit Reskrim Polsek Cepu meringkus tersangka beserta barang bukti saat hendak menjual kambing curianya ke Pasar hewan.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). 

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," jelas Kapolsek Cepu.

Dari pengembangan pelaku melakukan aksi di 16 TKP yang berbeda, tersebar di diwilayah kecamatan Cepu dan Kedungtuban Kabupaten Blora, Jawa Tengah serta di kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kapolsek AKP Agus Budiana berpesan agar warga tetap hati hati dan waspada saat menggembala kambing, agar selalu dipantau dan jangan ditinggalkan tanpa pengawasan. 

"Belajar dari kejadian tersebut, kami imbau kepada warga agar selalu waspada. Saat menggembala kambing harus dijaga dan diawasi agar tidak terjadi kejadian serupa," pungkas Kapolsek AKP Agus Budiana.(Mirza/red)

Share:

Resmikan Lapangan PetanqueKetum KONI Blora : Prestasi Olahraga Sekarang Bisa Jadi Prestasi

 


BLORA, JATENGTIGA.com- Cabang olahraga (Cabor)  Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Blora  akhirnya memiliki lapangan olahraga sendiri di komplek eks Stadion Kridosono.

Peresmian lapangan tersebut dilakukan langsung oleh ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora Hery  Sutiyono, Jumat (19/3). 

Dalam sambutannya, Hery meminta agar pengurus dan pelatih yang sudah ada untuk segera menyusun program latihan para atlet. Ia berharap kedepan olahraga ini bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Blora. 

"Peluang ada. Apalagi sekarang sudah ada lapangan baru. Saya berharap ini bisa dimaksimalkan. Saya cukup yakin atlet Petanque di Kabupaten Blora mampu bersaing dengan daerah lain," ucap Heri di hadapan pengurus dan atlet yang hadir dalam acara peresmian tersebut. 

Hery memaparkan, prestasi olahraga saat ini telah menjadi profesi. Banyak atlet-atlet berprestasi yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mendapatkan bonus yang melimpah. 

"Kehidupan mereka lebih dari cukup. Karena apa? Saat ini memang perhatian pemerintah terhadap atlet luar biasa. Mereka yang berhasil meraih kejuaraan nasional hingga internasional sudah terjamin masa depannya. Bonus juga luar biasa. Semoga ini bisa menjadi motivasi kalian," ucapnya. 

Dan Melanjutkan ini,  lanjut Hery, sudah merupakan olah raga tingkat Nasional, maupun Internasional, bahkan Olimpiade. 

Sementara itu, Ketua umum FOPI Kabupaten Blora, Sumarno menambahkan, pada September nanti akan digelar Pekan Olahraga Daerah (Popda). Dalam kejuaraan tersebut atlet Petanque Blora diharapkan bisa berpartisipasi sekaligus sebagai langkah awal untuk persiapan seleksi Pekan olahraga Propinsi (Porprov). 

"Masih ada waktu sekitar 5-6 bulan. Tolong semua dipersiapkan. Sebelum Januari nanti ada seleksi untuk Porprov," ucapnya.(Mirza/red)

Share:

Diduga Terpeleset, Warga Tutup Tewas Tercebur di Dalam Sumur

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Warga desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah digemparkan adanya temuan mayat didalam Sumur (Kamis, 17/3) pagi. 

Mayat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang panen padi saat hendak mengambil air di sumur tersebut. 

Sempat menjadi tontonan warga sekitar sebelum peetugas mengevakuasi mayat tersebut. Diduga ia terpeleset ketika mau mengambil air. 

Korban bernama Sanusi (51) warga desa setempat. Menurut keterangan Kepala desa Tutup Sungkowo, korban akhir akhir ini mengalami gangguan jiwa. 

"Ya, korban pertama kali ditemukan warga yang lagi panen atau mau ngedos, disebelah sumur. Korban atas nama Pak Sanusi. Saat ini sedang mengalami gangguan jiwa, atau stres, " ungkap Sungkowo Kades Tutup (Kamis, 17/3) 

Pantauan dilapangan sumur ini adalah masih digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari. Dan dulu juga pernah terjadi hal yang sama.

"Kami akan berembuk dengan warga, apakah nanti ditutup atau tidak. Kita tunggu hasilnya nanti," paparnya. 

Petugas tim reaksi cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora langsung mengevakuasi korban. Dengan dibantu petugas dari petugas Polsek Tunjungan berhasil mengangkat korban dari dalam sumur dalam waktu kurang lebih 10 menit. 

"Kami dapat laporan ada orang yang meninggal didalam sumur sekira pukul 06.45 WIB dan pukul 07.15 WIB sampai dilokasi, kami langsung menghubungi tim medis, BPBD untuk mengevakusi mayat. Dalam waktu singkat alhamdulillah evakuasi selesai," jelas Aiptu Sulandi kanit Reskrim Polsek Tunjungan. 

Selanjutnya korban dibawa ke rumah keluarganya yangtak jauh dari tempat kejadian perkara, untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. 

"Hasil pemeriksaan tim medis diduga korban terpeleset dari dan jatuh ke dalam sumur. Tidak ada tanda tanda kekerasan namun korban ini mengalami gangguan mental atau stres, " jelas Sulandi.

Korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dikebumikan. Keluarga korban sempat menagis saat jenasah diserahkan.(Red)

Share:

Atasi Jalan Rusak di Blora, Wakil Ketua DPRD Dorong Pemkab Hutang ke PEN

 


BLORA, JATENGTIGA.com - Mencermati kondisi jalan rusak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Siswanto, mendorong Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengajukan pinjaman ke Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dikatakan Siswanto, dari total ruas jalan Kabupaten yang mencapai 1.200 KM, 78% nya, yakni 964 KM rusak. 300 KM diantaranya rusak berat, 664 KM rusak sedang.

"Mengenai kemana harus meminjam, saya mengusulkan agar Bupati Blora, Pak Arief Rohman mengajukan pinjam ke pemerintah pusat, melalui program Pinjaman Daerah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui PT. SMI (Persero) yang dibawah koordinasi Kementerian Keuangan," ungkap Siswanto (Kamis, 17/3).

Pinjaman Daerah, lanjut Siswanto, melalui PEN bunganya rendah, bisa diangsur 2 sampai 7 tahun dengan menggunakan APBD Kabupaten Blora.

"Saya ingin agar Pak Arief Rohman bisa gerak cepat, agar bisa realisasi pada APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2022, yang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dimulai melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Blora, akhir Maret 2021 ini," jelasnya.

Siswanto menyambut baik wacana Bupati Blora untuk melakukan pinjaman. Dimana wacana pinjaman itu sudah disampaikan Bupati Blora Pak Arief Rohman pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora, usai pelantikan waktu itu.

Siswanto mendorong agar Bupati Blora secara cepat membuat ajuan pinjaman agar secara bersama-sama dibahas dengan DPRD Kabupaten Blora. 

"Saya setuju jika pinjaman dilakukan untuk penanganan infrastruktur saja, khususnya perbaikan jalan dan jembatan. Bukan untuk kepentingan lainnya," tandasnya.

Melihat rusaknya jalan, menurutnya, dengan pinjam sebanyak 500 Milyar bisa untuk membangun 150 kilometer jalan yang rusak berat. Artinya, PR jalan rusak selesai 50 persen. (Pur)

Share:

 Ditolak Vaksin Karena Komorbit Jantung, Kakek di Blora Protes ke Petugas. 



BLORA,  JATENGTIGA.com - Seorang kakek di Blora Protes ke petugas karena tak bisa di vaksin. Lantaran ia memiliki komorbit penyakit jantung coroner. 

Lansia ini bernama H. Soesanto Rahardjo (70an),  seorang pengusaha di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sebelumnya ia datang bersama istrinya untuk ikut vaksinasi di Puskemas Blora pada (Senin, 8/3) lalu,  ditolak karena punya komorbit Jantung. Oleh petugas ia diminta untuk membawa surat keterangan dari dr. penyakit dalam terlebih dulu. 

"Senin saya ke Puskesmas, smaa istri saya. Karena saya punya riwayat ojantung dan sudah di Ring 3, saya diminta ke dokter penyakit dalam untuk diperiksa dulu. Kalau kondisinya baik, baru boleh di vaksin dengan menunjukan surat keterangan keterangan dari dr. Internis, " ungkap Soesanto (Kamis, 11/3).

Dikatakan Soesanto, bahwa ia sudah ke dokter penyakit dalam, namun tutup. Lalu ia konsultasi ke salah satu dokter umum kenalanya. Dokter tersebut menunjukan surat selebaran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang salah satu poinya menyatakan, individu yang pernah gagal jantung selama tiga  bulan terakhir sebelum vaksin tidak ada gejala  dipertimbangkan untuk di vaksin. 

Dengan dasar itu Soesanto mendatangi Puskesmas Blora, menanyakan kepada petugas bagian koordinasi imunisasi.

"Saya juga tidak akan bunuh diri, karena saya yang merasakan. Saya tiap setengah tahun kontrol, dan sudah 15 tahun tidak merasakan gejala, " tuturnya

Oleh petugas Soesanto diminta mengisi form peryataan divaksin, jika memang itu keingananya dan sanggup menanggung akibat atau efek dari vaksin. 

"Kalau kami tidak akan mempersulit, karena dari data screening, jika ada slah satu dijawab ya, kami tidak berani menanggung resiko. Petunjuknya harus ada surat keterangan dari dokter penyakit bawaan yang dideritanya," jelas Eni Puji Safitri Koordinator Imunisasi Puskesmas Blora. 

Dikatakan Eni saat ini untuk vaksinasi lansia sudah habis, karena jumlahnya terbatas. Di kecamatan Blora hanya mendapat kuota 400 orang vaksin untuk lansia. 

"Nanti akan kita data sesuai desa /kelurahan melalui bidan desa masing masing. Ini data akan kita catat, kita serahkan ke bidan kelurahan Mlangsen. nanti kalau pas ada vaksin lagi biar langsung yang pertama kita vaksin, " tutup Eni. 

Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora jumlah lansia yang sudah vaksinasi covid 19 di Kabupaten Blora,  Jawa Tengah sudah mencapai 83 ribu lansia.(red)

Share:

Pok Darwis Desa Panohan Gandeng Perhutani, Buka Wisata Rintisan Waduk Panohan

 



REMBANG, JATENGTIGA.com - Kelompok Sadar wisata (Pok darwis)  desa Panohan gandeng Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan buka wisata Rintisan Waduk Panohan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa Panohan, kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Kegiatan diskusi wisata rintisan digelar di Balai desa Panohan Rabu (3/3) siang,  dihadiri Junior Manager Bisnis (JMB) Soetriswanto, Kepala Desa Panohan Amir Fuad , Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang Riv’an, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Blebak M.Arif Muslikun, Penyuluh Kehutanan dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Slamet, Ketua LMDH Wono Karyo Sutrisno, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Kalal) Isnina Sakdiyah dan Aliansi Tajam Zulfa.

Administratur (Adm) KPH Mantingan Widodo Budi Santoso, melalui JMB Soetriswanto menjelaskan bahwa wisata rintisan waduk panohan berada diwilayah  kawasan Lindung atau sepandan sungai. 

"Jadi ada beberapa tahapan dan kesiapan lokasi area untuk sebuah wisata tersebut, tetapi tidak merubah kelas hutannya atau peruntukannya," ungkap Adm. Mantingan.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam membuka wisata rintisan. misalnya  lahan areal jelas bebas sengeketa dengan peronganan ataupun lembaga, ada gapuro pintu masuk, tiketing, areal parkir, tempat ibadah, tempat sampah, tempat cuci tangan dan akses jalan masuk tempat berteduh dikala hujan dan savety lokasi wisata.

Sementara,  Kepala Desa panohan Fuad Amis yang juga pelaku wisata mengapresiasi kepada Perhutani yang telah memfasilitasi Pok Darwis desa Panahan dan LMDH dalam diskusi wisata rintisan di waduk Panohan. 

"Inilah pentingnya membangun sinergitas dengan stakeholder lain agar dalam pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sesuai dengan tugas masing-masing," terang Fuad.

Sedangkan ketua Karang taruna Kabupaten Rembang Riv’an menjelaskan untuk desa dan Pok darwis hendaknya melihat peruntukan lahan yang akan digunakan sebagai wisata rintisan. 

Jika itu kawasan lindung, maka desa harus menyesuaikan dengan aturan yang ada di Perhutani. 

"Itu penting. Sebab dikawasan lindung tidak boleh ada bangunan permanen, tetapi kita bisa menggunakan dengan menambah pengkayaan tanaman buah-buahan yang intinya tidak menebang pohon diareal hutan lindung,"tutur Riv,an. (Her) 


Share:

Terbaru

Gempa Di Malang Warga Blora Merasakan Getaranya

  BLORA,  JATENGTIGA. com  Gempa berkekuatan 6.7  skala richter (SR) yang terjadi di Malang Jawa Timur Sabtu (10/4) siang tadi, sejumlah war...

Total Pageviews

Categories

OLAH RAGA

SELANJUTNYA »

Follow by Email