Polhut dan Asper Perhutani Dipersenjati Kembali

 


REMBANG, JATENGTIGA.com- Marakanya pencurian kayu sonokeling akhir - akhir ini di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Kabupaten Rembang, kini Polisi hutan (Polhut) dan Asisten Perhutani (Asper) dipersenjatai kembali. 

Tujuannya selain untuk menjaga kelestarian hutan, disebabkan pula karena banyaknya petugas yang mendapat ancaman para pencuri.

Namun tidak semua petugas dipersenjatai, hanya Polhut dan sejumlah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) yang wilayahnya rawan saja. 

Namun demikian ada persyaratan yang harus dilalui, sebelum menggunakan dan memakai senjata api.

Mereka harus lolos test psikologi yang diadakan oleh Polri. Hal ini agar pemegang senpi selalu berhati-hati dalam menggunakannya.

Dengan adanya kebijakan pengadaan senpi, semua personil pemegang senpi akan didata dan tidak boleh sembarangan melontarkan timah panas, kecuali terdesak dan mengancam jiwa petugas.

Wakil Administratur (Adm) KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih, menjelaskan pengadaan senpi ini khusus untuk pengamanan daerah rawan.

"Kita mengajukan ke Polda Jawa Tengah dulu, dan bagi personil yang lolos test psikologi, akan kita adakan latihan menembak bersama Polres.” ujar  Anggoro saat di hubungi (Minggu, 11/4).

Latihan bersama ini, lanjut Anggoro, diharapakan bisa melatih insting dan ketrampilan menggunakan senpi. 

"Beberapa waktu yang lalu kita sudah melakukan latihan menembak dengan Polres Rembang, bagi petugas pemegang senpi diwilayah KPH Mantingan maupun di wilayah Kebonharjo," jelasnya. 

Ditambahkan Anggoro ,untuk Latihan menembak ini akan lakukan secara rutin, disesuaikan dengan anggaran yang ada. 

Sesuai dengan regulasi bahwa daerah rawan illegal logging harus diutamakan terlebih dahulu untuk para pemegang senpi.

Untuk diketahui berdasarkan data pemetaan dari Perhutani KPH Mantingan daerah yang rawan pencurian didominasi diwilayah Bagian Kesatuan Pembagian Hutan (BKPH) Kalinanas, Kebon, Ngiri, Demaan, Sudo, dan Medang.  Ini disebabkan karena masih ada tanaman tahun 2030. Yang menjadi incaran adalah kayu Jati dan sonokeling.

Untuk petak rawam bencana alam  ada dua di wilayah BKPH Kalinanas, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungbacin dan RPH Gaplokan serta BKPH Kebon, RPH Sadang dan RPH Mantingan. 

Sedangkan daerah Rawan kebakaran hampir semua BKPH masuk zona rawan kebakaran. karena musim kemarau Rembang terkenal daerah kering dan panas. 

Namun demikian, lanjut Anggoro, daerah yang sudah aman juga perlu diwaspadai. "Para pelaku illegal logging saat ini,  mengincar kayu-kayu sonokeling yang lagi naik daun," tutupnya. (Pur/red)

Share:

Gempa Di Malang Warga Blora Merasakan Getaranya

 



BLORA,  JATENGTIGA.com Gempa berkekuatan 6.7  skala richter (SR) yang terjadi di Malang Jawa Timur Sabtu (10/4) siang tadi, sejumlah warga di Kabupaten Blora merasakan getaranya. 

"Tadi saya terasa getaran hanya sebentar, kata orang tua dulu ada lindu lewat," ungkap Yudi salah satu warga Keluran Kunden, Kecamatan Blora (Sabtu, 10/4).

Tak hanya di Kelurahan Kunden di desa Kamolan pun merasakan hal yang sama. Warga bernama Ramananda mengatakan dirinya juga bergoyang.

"Terasa agak gleyor (bergoyang-red), kaya orang mabuk sempoyongan, tapi sebentar tok, " katanya. 

Kepala Pelaksana harian (Kalakhar) Bdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melalui tim reaksi cepat (TRC) Agungtri membenarkan hal tersebut. 

"Benar, data dari BMKG, ada gempa berskala 6.7 SR, sekitar pukul 14:00:15 WIB, berada di Lintang 8.95 LS, Bujur 112.48 BT, Kedalaman 25 Km berada di Malang, Jawa Timur tidak berpotensi Tsunami," jelasnya. 

Menurutnya dari pantauan BMKG dijelaskan, gempa tersebut berlokasi di 90 km BaratDaya Kabupaten Malang - Jawa Timur, 95 km Tenggara Kabupaten Blitar-Jawa Timur, 100 km Tenggara Kota Blitar- Jawa Timur, 190 km BaratDaya Surabaya-Jawa Timur, dan 700 km Tenggara Jakata - Indonesia. (Mirzani/red)

Share:

Bupati Blora Curhat ke SKK Migas Jabanusa tentang Kondisi Blora

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Berbagai cara dilakukan Bupati Blora Arief Rohman untuk membangun Kabupaten Blora kedepan menjadi lebih baik.

Kali ini Sabtu (10/4) siang, Bupati Blora yang akrab di sapa mas Arief menyampaikan curhatanya kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) di Rumah Dinasnya.

Di depan jajaran SKK Migas yang diantaranya ada Pertamina, Exxon Mobil, dan perusahaan migas lainnya ini, mas Arief curhat tentang kondisi Kabupaten Blora saat ini, mulai dari tingginya kemiskinan, kerusakan infrastruktur jalan, serta pertumbuhan ekonomi yang minus di tengah pandemi.

Bupati ingin mengajak SKK Migas Jabanusa untuk bersama-sama membangun Blora, mengingat banyak kegiatan migas yang dilaksanakan SKK Migas Jabanusa di bumi Samin ini.

“Dengan masalah-masalah itu kita harus optimis, kalau kita bisa lakukan dengan sesarengan. Salah satu elemen yang kami yakin bisa membantu adalah teman-teman yang bergerak di sektor Migas yang ada di Blora ini” ungkapnya.

Ditambahkan Mas Arief, bahwa Blora sebenarnya memiliki segudang potensi khususnya di bidang sumber daya alam pada sisi Migas dan kayu jati, termasuk di sektor pertanian dan peternakan. 

Dengan menggandeng SKK Migas, diharapkan bisa mendukung optimalisasi potensi tersebut, untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berusaha ada pendapatan - pendapatan yang memang berpotensi membantu kami menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) kami. Kemampuan APBD kami sangat terbatas, termasuk untuk anggaran infrastruktur,” paparnya.

Yang jelas, lanjut mas Arief, Pemkab Blora siap mendukung upaya pengoptimalan potensi-potensi Migas yang ada di Blora yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ada kendala atau permasalahan di lapangan kami siap membantu, kami terbuka dari sisi perizinan, koordinasi dengan pihak lainnya, kami siap membantu. Termasuk kami sudah punya Perda RT RW yang mana kawasan di daerah selatan ini, bisa menjadi kawasan industri” tuturnya.

Pada rapat tersebut, Bupati dan SKK Migas berdiskusi terkait potensi-potensi yang ada serta Participating Interest (PI), Dana Bagi Hasil (DBH) migas, Corporate Social Responsibility (CSR) , dan sebagainya, sekaligus upaya untuk peningkatan pendapatan daerah yang nantinya bisa untuk mengatasi persoalan seperti halnya infrastruktur jalan yang rusak.  

Bupati juga berharap, agar BUMD yang ada dapat dibimbing agar bisa berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara optimal. 

Dengan mengundang seluruh orang Blora yang sukses di dunia migas untuk ikut diskusi bersama, pihaknya ingin memaksimalkan potensi CSR, dan DBH Migas guna mendukung pembangunan Blora.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi mengungkapkan, kunjungan kali ini sekaligus untuk berkomunikasi dan mendengar masukan dari Pemkab Blora.

“Kegiatan kami di Blora ini cukup banyak.  intinya tentu ada beberapa hal yang menjadi pesan Bupati kepada kami. Di daerah Blora jangan sampai ada potensi-potensi yang tidak teroptimalkan,” ucap Nurwahidi

Ditambahkan Nurwahidi, masukan - masukan dari Pemkab Blora akan menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan program, supaya dapat bersinergi dan mendukung program daerah.

“Tadi kita telah dengarkan aspirasi, curhatan, dari Blora, sebenarnya memang kami tunggu-tunggu. Supaya kami dalam melakukan kegiatan aktivitas bahkan kebijakan dari pusat bisa tepat sasaran. Apa yang kami laksanakan itulah bersinergi” kata Nurwahidi.

Kedepan lanjut Nurwahidi, pihajnya akan bangun lagi komunikasi secara bersama - sama, industri hulu Migas dengan Kabupaten Blora. Supaya apa yang menjadi aspirasi dari Kab. Blora bisa segera di wujudkan dengan berbagai cara.

Nurwahidi menegaskan, bahwa pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan daerah, khususnya dalam membangun Blora menjadi lebih baik.

Ditambahkan Nurwahidi, pada intinya, bagaimana caranya meningkatkan pendapatan asli daerah. Bisa melalui PI, melalui DBH, bisa melalui pemberdayaan BUMD, pengusaha dan lain sebagainya. 

"Kami siap untuk berkolaborasi dengan daerah. Terkait dengan program CSR juga akan coba kami galakkan dan sinergikan lagi dengan program-program dari daerah” pungkasnya.(Mirzani/red)

Share:

Sejumlah Wartawan ikuti UKW yang Digelar PWI Jateng selama Dua Hari

 



SEMARANG, JATENGTIGA. com - PWI Jateng kembali menggelar uji kompetensi wartawan  (UKW) selama dua hari, Kamis-Jumat (8-9/4/2021), di Hotel Horison Nindya, Jalan Brigjen Sudiarto Semarang.

UKW yang digelar kerjasama PWI Jateng dengan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 24 wartawan, terbagi dalam dua kelompok, yakni 6 orang peserta UKW madya dan 18 orang peserta UKW muda.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Hj Riena Retnaningrum SH  dalam sambutannya mengatakan akan tetap mengusahakan agar anggaran untuk peningkatan kapasitas wartawan, antara lain Uji Kompetensi Wartawan akan dipertahankan.

"Wartawan adalah profesi yang tidak semua orang bisa menjalaninya. Saya bahagia bisa kembali bertemu dengan para wartawan, bisa bekerja sama kembali dengan PWI Jateng. Saya akan tetap berusaha agar kegiatan peningkatan kapasitas bagi wartawan tetap dipertahankan,” kata Riena.

Dalam kesempatan itu Riena juga berpesan agar wartawan tetap menyampaikan kepada masyarakat mengenai adaptasi kebiasaan baru, menyusul pandemi covid.

 “Sekarang ini terjadi penurunan pelaksanaan protocol kesehatan pascavaksinasi. Kami berharap wartawan tetap menyampaikan kepada masyarakat, bahwa pandemi belum selesai. Harus tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, tidak berkerumun, jaga jarak,” kata Riena.

Sementara, Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki yang juga penguji dalam UKW, dalam sambutannya mengatakan, kini Dewan Pers dan Kemen Kominfo sedang menyiapkan kurikulum untuk sertifikasi media digital jurnalistik.

“Selain sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan, juga disiapkan sertifikasi yang lain, untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Wartawan sekarang harus multitasking maka kemudian ada sertifikasi tambahan yang bisa diikuti,” kata Hendro.

Tantangan media di bidang bisnis dan konten menuntut banyak hal, maka wartawan harus terus mengembangkan diri. “Wartawan harus bekerja makin terampil dari hunting, menulis berita, menyiapkan foto, editing, dan menayangkan bisa dilakukan sendiri. Maka keterampilan harus terus ditingkatkan,” kata Hendro Basuki.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud menyampaikan, tidak ada alasan bagi wartawan untuk takut mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.

"Siapa pun yang sudah dinyatakan kompeten harus menjalankan profesinya dengan benar. Sedangkan yang belum dinyatakan kompeten jangan berhenti, karena masih ada kesempatan lain untuk mengikuti UKW berikutnya,” kata Amir. (Mirzani/red)

Share:

Cegah Ilegal Loging Perhutani Gandeng Kejaksaan

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Kejaksaan Negeri (Kejari)  Blora bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan hutan (KPH) Randublatung  Jumat (9/4) pagi, gelar penyuluhan Hukum kepada masyarakat desa hutan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah pembalakan liar kayu hutan (illegal Logging) yang marak akhir akhir ini. 

Acara yang digelar cukup sederhana ini, dilaksankan di Pos Keamanan hutan petak 112 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogorejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggel, KPH Randublatung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora Yohanes Avilla Agus Awanto, SH, Wakil Administratur (Waka) Administrator (Adm) Perhutani KPH Randublatung Utara Agus Kusnandar, S.Hut, Asper Keong BKPH Tanggel Ence Sunarya,S.Hut, Kepala Desa Tanggel Sumaryanto, Spd, SD, Ketua LMDH Langen Jati Desa Tanggel Sutamsu, Babinkamtibmas Desa Tanggel Polsek Randublatung  Bripka Joko Susilo, Babinsa Desa Tanggel koramil Randublatung  Serka Subandi Hariyanto, dan sejumlah petugas lapangan Perhutani, serta 40 orang masyarakat hutan desa Tanggel.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat desa hutan agar mengetahui tentang perkembangan peraturan perundang – undangan yang ada, khusnya peraturan perundang-undangan tentang kehutanan.

Diharapkan masyarakat akan lebih memahami tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, agar tidak terjadi tindak pidana kehutanan oleh masyarakat hutan.

Dalam materinya Kejari Blora disamping menjelaskan tentang larangan dan sangsi yang ada pada Undang - Undang  UU No. 41 Tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2013 juga  mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Dijelaskan Kajari “Jaksa Jaga Hutan” adalah merupakan program Kejaksaan Negeri Blora sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya tindak pidana kehutanan.

"Semoga setelah mengetahui tentang larangan dan sangsi terhadap tindak pidana kehutanan, masyarakat akan lebih mematuhi dan tidak melakukan hal yang salah terhadap hutan," Ujar Avilla Agus.

Sementara itu Adm Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui Waka Adm wilayah  Utara Agus Kusnandar menyampaiakan terima kasih kepada Jajaran Kejari Blora adanya Program “Jaksa Jaga Hutan”  ini.

“Kami sampikan terima kasih sekali kepada Jajaran Kejaksaaan negeri Blora atas  Program “Jaksa Jaga Hutan “ .  Sinergisitas antara Perhutani dan Kejari Blora serta masyarakat selalu kita bangun," tutur Agus. 

Semoga, lanjut Agus, dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah terjadinya kerusakan hutan. Sehingga masyarakat sekitar hutan dapat mengoptimalkan potensi yang ada didalamnya guna untuk kesejahteraan kelestarian hutan. (Mirzani/red)

Share:

Kadisporabudpar : Malu Tidak Punya Stadion, Saat Buka Pertandingan Sepakbola Putri Blora vs Tegal

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Selamat Pamuji, merasa malu tidak punya stadion sepakbola saat memberi sambutan dalam pertandingan sepakbola putri dalam rangka hari Kartini di lapangan eks Stadion Kridosono Minggu (4/4) pagi.

"Sebenarnya saya malu, karena Blora tidak punya Stadion, namun kami bangga masih bisa melaksanakan pertandingan sepak bola dengan lapangan terbuka seperti ini," ungkap Mumuk sapaan akrabnya dihadapan kedua pemain (Minggu, 4/4)

Sepakbola putri ini, lanjut Mumuk, meski belum masuk dalam pekan olahraga Provinsi (Porprov), diharapkan bisa mewarnai olahraga di Blora.

Mumuk yang mewakili Bupati Blora, meminta maaf kepada peserta terutama pemain dari Tegal, karena Bupati tidak bisa menyambut dan membuka kegiatan ini.

" Saya minta maaf karena Bupati Blora tidak bisa hadir, karena ada giat lain yang tidak mungkin ditinggalkan. Saya apresiasi kepada Askab Blora dan Koni atas terselenggaranya kegiatan ini," jelasnya.

Ditambahkan Mumuk Pemerintah akan terus berusaha membangun kembali stadion baru untuk giat Sepakbola. Namun untuk saat ini Pemkab fokus memperbaiki lapangan Kridaloka yang ada Jepon.

"Kami akan tetap usulkan pembangunan Stadion baru, yang rencana anggaranya mencapai 70 Milyar. Namun saat ini kita fokus memperbaiki stadion Kridaloka Jepon agar bisa ikut Liga tiga," tuturnya.

Dalam pertandingan sepak bola putri antara Puslat Pertiwi Blora melawan Yos Sudarso Tegal dimenangkan Blora dengan score 7 - 0.   (Mirza/red)

Share:

PT SMI Persero Akan Pinjamkan 400 Milyar ke Pemkab Blora, Untuk Pembangunan Infrastruktur

 



BLORA, JATENGTIGA.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan pinjami dana sebesar 400 milyar, kepada Pemerintah Kabupaten Blora (Pemkab) Blora untuk pembanguan infarstruktur Jalan Kabupaten Blora. 

Sebelumnya dikatakan wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, bahwa dirinya mendorong Bupati Blora untuk pinjam modal ke PT SMI, untuk membangun 25 % jalan utama Kabupaten Blora yang rusak. 

Dan pada Jumat (2/4) kemarin, Siswanto   bersama Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Selamet Pamuji (Mumuk), Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bayu  berkunjung ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Jakarta. 

 "Kami diterima oleh Kepala Divisi Pembiayaan Daerah Erdian. PT SMI bisa memberi pinjaman dana sebesar 400 Milyar," ungkap Siswanto saat dihubungi (Sabtu, 3/4)

Dana itu lanjut Siswanto bisa diangsur dalam jangka waktu 3 - 8 tahun, dan Pemkab Blora akan mengkaji paparan dari PT SMI (Persero) .

"Kita dukung bareng pembangunan infrastruktur, agar dalan dadi alus (Jalan jadi halus - red) sesuai visi misi Bupati Blora H. Arief Rohman dan Wabup Tri Yuli Setyowati," pungkas Siswanto.(Her/ red)

Share:

Kapolres Blora Menyebut Ada Jaringan Sel Sel Teroris Melintas di Blora

 


Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama (Kanan) didampingi Kabag Ops Kompol Supriyo (kiri) saat konferensi pers di Lobi Polres Blora (Kamis, 1/4/2021)

BLORA, JATENGTIGA.com - Kapolres Blora Jawa Tengah AKBP Wiraga Dimas Tama, Kamis (1/4) menyebut di wilayah Blora sempat melintas jaringan sel sel teroris paska tertangkapnya jaringan teroris di Bojonegoro, Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

"Jadi paska peledakan Bom di Katerdal Makasar dan kemarin di Mako Brimob,  kami perketat penjagaan di Polres dan Polsek jajaran. Apalagi setelah tertangkapnya jaringan teroris di Bonegoro, sel sel teroris sempat melintas di Blora, "ungkap Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama kepada sejumlah media.

Dikatakan Kapolres pihaknya tidak mau lengah, untuk antisipasi teroris Polsek jajaran telah dilengkapi senjata dan body sistem untuk melindungi anggotanya. 

"Kami juga tingkatkan patroli, untuk antisipasi teroris. Mulai obyek vital maupun tempat ibadah, "imbuhnya. 

Pihaknya juga telah bersenergi dengan TNI untuk menjaga Kamtibmas diwilayah Blora. Agar masyarakat Blora aman dan nyaman dalam beraktifitas. 

"Bisa dilihat di Polres maupun Polsek, setiap tamu yang datang kita periksa terlebih dulu sebelum masuk.  Petugas juga menggeladah barang bawaan mereka," pungkasnya.(Mirza)

Share:

Inilah Yang Dilakukan Sejumlah Wartawan di Blora,Terhadap Pelaku Penganiayaan Wartawan Tempo

 


Sejumlah wartwan di Blora melakukan aksi solidaritas kekerasan terhadap jurnalis Tempo saat peliputan di Surabaya (Kamis, 1/4)


BLORA, JATENGTIGA.com - Penganiayaan yang terjadi terhadap seorang jurnalis Tempo di Surabaya, pada Sabtu 21 Maret 2021 saat penugasan dari redaksi Majalah Tempo, membuat sejumlah Jurnalis di Blora melakukan Aksi solidaritas mengutuk kekerasan terhadap wartawan. 

"Aksi ini adalah solidaritas dari wartawan Blora, terhadap kekerasan kepada kawan kami Nurhadi, seorang jurnalis majalah Tempo yang mengalami penganiayaan saat menjalankan tugas, " ungkap Mahfud Muntaha (wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro) selaku koordinasi Lapangan. 

Mahfud ingin jangan sampai kekerasan terhadap jurnalis ini terjadi ditempat lain, khususnya di Blora.

Aksi ini didukung oleh ketua PWI Blora Heri Purnomo. Ia mengutuk keras aksi kekerasan terhadap jurnalis tempo, Nurhadi yang  tengah meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji dalam kasus suap pajak yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis di Surabaya. Kalau memang benar kenapa harus takut terhadap wartawan, bahkan sampai menganiaya," kata Heri. 

Heri mendorong agar Polisi mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap Nurhadi.

Menurutnya kasus ini merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan yakni pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

"Saya mendorong kepada pihak Kepolisian, agar mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan Tempo," tutupnya (Mirza/red)

Share:

Terbaru

Polhut dan Asper Perhutani Dipersenjati Kembali

  REMBANG, JATENGTIGA . com - Marakanya pencurian kayu sonokeling akhir - akhir ini di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Ka...

Total Pageviews

Categories

OLAH RAGA

SELANJUTNYA »

Follow by Email