Polhut dan Asper Perhutani Dipersenjati Kembali

 


REMBANG, JATENGTIGA.com- Marakanya pencurian kayu sonokeling akhir - akhir ini di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Kabupaten Rembang, kini Polisi hutan (Polhut) dan Asisten Perhutani (Asper) dipersenjatai kembali. 

Tujuannya selain untuk menjaga kelestarian hutan, disebabkan pula karena banyaknya petugas yang mendapat ancaman para pencuri.

Namun tidak semua petugas dipersenjatai, hanya Polhut dan sejumlah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) yang wilayahnya rawan saja. 

Namun demikian ada persyaratan yang harus dilalui, sebelum menggunakan dan memakai senjata api.

Mereka harus lolos test psikologi yang diadakan oleh Polri. Hal ini agar pemegang senpi selalu berhati-hati dalam menggunakannya.

Dengan adanya kebijakan pengadaan senpi, semua personil pemegang senpi akan didata dan tidak boleh sembarangan melontarkan timah panas, kecuali terdesak dan mengancam jiwa petugas.

Wakil Administratur (Adm) KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih, menjelaskan pengadaan senpi ini khusus untuk pengamanan daerah rawan.

"Kita mengajukan ke Polda Jawa Tengah dulu, dan bagi personil yang lolos test psikologi, akan kita adakan latihan menembak bersama Polres.” ujar  Anggoro saat di hubungi (Minggu, 11/4).

Latihan bersama ini, lanjut Anggoro, diharapakan bisa melatih insting dan ketrampilan menggunakan senpi. 

"Beberapa waktu yang lalu kita sudah melakukan latihan menembak dengan Polres Rembang, bagi petugas pemegang senpi diwilayah KPH Mantingan maupun di wilayah Kebonharjo," jelasnya. 

Ditambahkan Anggoro ,untuk Latihan menembak ini akan lakukan secara rutin, disesuaikan dengan anggaran yang ada. 

Sesuai dengan regulasi bahwa daerah rawan illegal logging harus diutamakan terlebih dahulu untuk para pemegang senpi.

Untuk diketahui berdasarkan data pemetaan dari Perhutani KPH Mantingan daerah yang rawan pencurian didominasi diwilayah Bagian Kesatuan Pembagian Hutan (BKPH) Kalinanas, Kebon, Ngiri, Demaan, Sudo, dan Medang.  Ini disebabkan karena masih ada tanaman tahun 2030. Yang menjadi incaran adalah kayu Jati dan sonokeling.

Untuk petak rawam bencana alam  ada dua di wilayah BKPH Kalinanas, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungbacin dan RPH Gaplokan serta BKPH Kebon, RPH Sadang dan RPH Mantingan. 

Sedangkan daerah Rawan kebakaran hampir semua BKPH masuk zona rawan kebakaran. karena musim kemarau Rembang terkenal daerah kering dan panas. 

Namun demikian, lanjut Anggoro, daerah yang sudah aman juga perlu diwaspadai. "Para pelaku illegal logging saat ini,  mengincar kayu-kayu sonokeling yang lagi naik daun," tutupnya. (Pur/red)

Share:

Gempa Di Malang Warga Blora Merasakan Getaranya

 



BLORA,  JATENGTIGA.com Gempa berkekuatan 6.7  skala richter (SR) yang terjadi di Malang Jawa Timur Sabtu (10/4) siang tadi, sejumlah warga di Kabupaten Blora merasakan getaranya. 

"Tadi saya terasa getaran hanya sebentar, kata orang tua dulu ada lindu lewat," ungkap Yudi salah satu warga Keluran Kunden, Kecamatan Blora (Sabtu, 10/4).

Tak hanya di Kelurahan Kunden di desa Kamolan pun merasakan hal yang sama. Warga bernama Ramananda mengatakan dirinya juga bergoyang.

"Terasa agak gleyor (bergoyang-red), kaya orang mabuk sempoyongan, tapi sebentar tok, " katanya. 

Kepala Pelaksana harian (Kalakhar) Bdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melalui tim reaksi cepat (TRC) Agungtri membenarkan hal tersebut. 

"Benar, data dari BMKG, ada gempa berskala 6.7 SR, sekitar pukul 14:00:15 WIB, berada di Lintang 8.95 LS, Bujur 112.48 BT, Kedalaman 25 Km berada di Malang, Jawa Timur tidak berpotensi Tsunami," jelasnya. 

Menurutnya dari pantauan BMKG dijelaskan, gempa tersebut berlokasi di 90 km BaratDaya Kabupaten Malang - Jawa Timur, 95 km Tenggara Kabupaten Blitar-Jawa Timur, 100 km Tenggara Kota Blitar- Jawa Timur, 190 km BaratDaya Surabaya-Jawa Timur, dan 700 km Tenggara Jakata - Indonesia. (Mirzani/red)

Share:

Bupati Blora Curhat ke SKK Migas Jabanusa tentang Kondisi Blora

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Berbagai cara dilakukan Bupati Blora Arief Rohman untuk membangun Kabupaten Blora kedepan menjadi lebih baik.

Kali ini Sabtu (10/4) siang, Bupati Blora yang akrab di sapa mas Arief menyampaikan curhatanya kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) di Rumah Dinasnya.

Di depan jajaran SKK Migas yang diantaranya ada Pertamina, Exxon Mobil, dan perusahaan migas lainnya ini, mas Arief curhat tentang kondisi Kabupaten Blora saat ini, mulai dari tingginya kemiskinan, kerusakan infrastruktur jalan, serta pertumbuhan ekonomi yang minus di tengah pandemi.

Bupati ingin mengajak SKK Migas Jabanusa untuk bersama-sama membangun Blora, mengingat banyak kegiatan migas yang dilaksanakan SKK Migas Jabanusa di bumi Samin ini.

“Dengan masalah-masalah itu kita harus optimis, kalau kita bisa lakukan dengan sesarengan. Salah satu elemen yang kami yakin bisa membantu adalah teman-teman yang bergerak di sektor Migas yang ada di Blora ini” ungkapnya.

Ditambahkan Mas Arief, bahwa Blora sebenarnya memiliki segudang potensi khususnya di bidang sumber daya alam pada sisi Migas dan kayu jati, termasuk di sektor pertanian dan peternakan. 

Dengan menggandeng SKK Migas, diharapkan bisa mendukung optimalisasi potensi tersebut, untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berusaha ada pendapatan - pendapatan yang memang berpotensi membantu kami menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) kami. Kemampuan APBD kami sangat terbatas, termasuk untuk anggaran infrastruktur,” paparnya.

Yang jelas, lanjut mas Arief, Pemkab Blora siap mendukung upaya pengoptimalan potensi-potensi Migas yang ada di Blora yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ada kendala atau permasalahan di lapangan kami siap membantu, kami terbuka dari sisi perizinan, koordinasi dengan pihak lainnya, kami siap membantu. Termasuk kami sudah punya Perda RT RW yang mana kawasan di daerah selatan ini, bisa menjadi kawasan industri” tuturnya.

Pada rapat tersebut, Bupati dan SKK Migas berdiskusi terkait potensi-potensi yang ada serta Participating Interest (PI), Dana Bagi Hasil (DBH) migas, Corporate Social Responsibility (CSR) , dan sebagainya, sekaligus upaya untuk peningkatan pendapatan daerah yang nantinya bisa untuk mengatasi persoalan seperti halnya infrastruktur jalan yang rusak.  

Bupati juga berharap, agar BUMD yang ada dapat dibimbing agar bisa berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara optimal. 

Dengan mengundang seluruh orang Blora yang sukses di dunia migas untuk ikut diskusi bersama, pihaknya ingin memaksimalkan potensi CSR, dan DBH Migas guna mendukung pembangunan Blora.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi mengungkapkan, kunjungan kali ini sekaligus untuk berkomunikasi dan mendengar masukan dari Pemkab Blora.

“Kegiatan kami di Blora ini cukup banyak.  intinya tentu ada beberapa hal yang menjadi pesan Bupati kepada kami. Di daerah Blora jangan sampai ada potensi-potensi yang tidak teroptimalkan,” ucap Nurwahidi

Ditambahkan Nurwahidi, masukan - masukan dari Pemkab Blora akan menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan program, supaya dapat bersinergi dan mendukung program daerah.

“Tadi kita telah dengarkan aspirasi, curhatan, dari Blora, sebenarnya memang kami tunggu-tunggu. Supaya kami dalam melakukan kegiatan aktivitas bahkan kebijakan dari pusat bisa tepat sasaran. Apa yang kami laksanakan itulah bersinergi” kata Nurwahidi.

Kedepan lanjut Nurwahidi, pihajnya akan bangun lagi komunikasi secara bersama - sama, industri hulu Migas dengan Kabupaten Blora. Supaya apa yang menjadi aspirasi dari Kab. Blora bisa segera di wujudkan dengan berbagai cara.

Nurwahidi menegaskan, bahwa pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan daerah, khususnya dalam membangun Blora menjadi lebih baik.

Ditambahkan Nurwahidi, pada intinya, bagaimana caranya meningkatkan pendapatan asli daerah. Bisa melalui PI, melalui DBH, bisa melalui pemberdayaan BUMD, pengusaha dan lain sebagainya. 

"Kami siap untuk berkolaborasi dengan daerah. Terkait dengan program CSR juga akan coba kami galakkan dan sinergikan lagi dengan program-program dari daerah” pungkasnya.(Mirzani/red)

Share:

Sejumlah Wartawan ikuti UKW yang Digelar PWI Jateng selama Dua Hari

 



SEMARANG, JATENGTIGA. com - PWI Jateng kembali menggelar uji kompetensi wartawan  (UKW) selama dua hari, Kamis-Jumat (8-9/4/2021), di Hotel Horison Nindya, Jalan Brigjen Sudiarto Semarang.

UKW yang digelar kerjasama PWI Jateng dengan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 24 wartawan, terbagi dalam dua kelompok, yakni 6 orang peserta UKW madya dan 18 orang peserta UKW muda.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Hj Riena Retnaningrum SH  dalam sambutannya mengatakan akan tetap mengusahakan agar anggaran untuk peningkatan kapasitas wartawan, antara lain Uji Kompetensi Wartawan akan dipertahankan.

"Wartawan adalah profesi yang tidak semua orang bisa menjalaninya. Saya bahagia bisa kembali bertemu dengan para wartawan, bisa bekerja sama kembali dengan PWI Jateng. Saya akan tetap berusaha agar kegiatan peningkatan kapasitas bagi wartawan tetap dipertahankan,” kata Riena.

Dalam kesempatan itu Riena juga berpesan agar wartawan tetap menyampaikan kepada masyarakat mengenai adaptasi kebiasaan baru, menyusul pandemi covid.

 “Sekarang ini terjadi penurunan pelaksanaan protocol kesehatan pascavaksinasi. Kami berharap wartawan tetap menyampaikan kepada masyarakat, bahwa pandemi belum selesai. Harus tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, tidak berkerumun, jaga jarak,” kata Riena.

Sementara, Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki yang juga penguji dalam UKW, dalam sambutannya mengatakan, kini Dewan Pers dan Kemen Kominfo sedang menyiapkan kurikulum untuk sertifikasi media digital jurnalistik.

“Selain sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan, juga disiapkan sertifikasi yang lain, untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Wartawan sekarang harus multitasking maka kemudian ada sertifikasi tambahan yang bisa diikuti,” kata Hendro.

Tantangan media di bidang bisnis dan konten menuntut banyak hal, maka wartawan harus terus mengembangkan diri. “Wartawan harus bekerja makin terampil dari hunting, menulis berita, menyiapkan foto, editing, dan menayangkan bisa dilakukan sendiri. Maka keterampilan harus terus ditingkatkan,” kata Hendro Basuki.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud menyampaikan, tidak ada alasan bagi wartawan untuk takut mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.

"Siapa pun yang sudah dinyatakan kompeten harus menjalankan profesinya dengan benar. Sedangkan yang belum dinyatakan kompeten jangan berhenti, karena masih ada kesempatan lain untuk mengikuti UKW berikutnya,” kata Amir. (Mirzani/red)

Share:

Cegah Ilegal Loging Perhutani Gandeng Kejaksaan

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Kejaksaan Negeri (Kejari)  Blora bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan hutan (KPH) Randublatung  Jumat (9/4) pagi, gelar penyuluhan Hukum kepada masyarakat desa hutan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah pembalakan liar kayu hutan (illegal Logging) yang marak akhir akhir ini. 

Acara yang digelar cukup sederhana ini, dilaksankan di Pos Keamanan hutan petak 112 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogorejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggel, KPH Randublatung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora Yohanes Avilla Agus Awanto, SH, Wakil Administratur (Waka) Administrator (Adm) Perhutani KPH Randublatung Utara Agus Kusnandar, S.Hut, Asper Keong BKPH Tanggel Ence Sunarya,S.Hut, Kepala Desa Tanggel Sumaryanto, Spd, SD, Ketua LMDH Langen Jati Desa Tanggel Sutamsu, Babinkamtibmas Desa Tanggel Polsek Randublatung  Bripka Joko Susilo, Babinsa Desa Tanggel koramil Randublatung  Serka Subandi Hariyanto, dan sejumlah petugas lapangan Perhutani, serta 40 orang masyarakat hutan desa Tanggel.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat desa hutan agar mengetahui tentang perkembangan peraturan perundang – undangan yang ada, khusnya peraturan perundang-undangan tentang kehutanan.

Diharapkan masyarakat akan lebih memahami tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, agar tidak terjadi tindak pidana kehutanan oleh masyarakat hutan.

Dalam materinya Kejari Blora disamping menjelaskan tentang larangan dan sangsi yang ada pada Undang - Undang  UU No. 41 Tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2013 juga  mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Dijelaskan Kajari “Jaksa Jaga Hutan” adalah merupakan program Kejaksaan Negeri Blora sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya tindak pidana kehutanan.

"Semoga setelah mengetahui tentang larangan dan sangsi terhadap tindak pidana kehutanan, masyarakat akan lebih mematuhi dan tidak melakukan hal yang salah terhadap hutan," Ujar Avilla Agus.

Sementara itu Adm Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui Waka Adm wilayah  Utara Agus Kusnandar menyampaiakan terima kasih kepada Jajaran Kejari Blora adanya Program “Jaksa Jaga Hutan”  ini.

“Kami sampikan terima kasih sekali kepada Jajaran Kejaksaaan negeri Blora atas  Program “Jaksa Jaga Hutan “ .  Sinergisitas antara Perhutani dan Kejari Blora serta masyarakat selalu kita bangun," tutur Agus. 

Semoga, lanjut Agus, dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah terjadinya kerusakan hutan. Sehingga masyarakat sekitar hutan dapat mengoptimalkan potensi yang ada didalamnya guna untuk kesejahteraan kelestarian hutan. (Mirzani/red)

Share:

Kadisporabudpar : Malu Tidak Punya Stadion, Saat Buka Pertandingan Sepakbola Putri Blora vs Tegal

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Selamat Pamuji, merasa malu tidak punya stadion sepakbola saat memberi sambutan dalam pertandingan sepakbola putri dalam rangka hari Kartini di lapangan eks Stadion Kridosono Minggu (4/4) pagi.

"Sebenarnya saya malu, karena Blora tidak punya Stadion, namun kami bangga masih bisa melaksanakan pertandingan sepak bola dengan lapangan terbuka seperti ini," ungkap Mumuk sapaan akrabnya dihadapan kedua pemain (Minggu, 4/4)

Sepakbola putri ini, lanjut Mumuk, meski belum masuk dalam pekan olahraga Provinsi (Porprov), diharapkan bisa mewarnai olahraga di Blora.

Mumuk yang mewakili Bupati Blora, meminta maaf kepada peserta terutama pemain dari Tegal, karena Bupati tidak bisa menyambut dan membuka kegiatan ini.

" Saya minta maaf karena Bupati Blora tidak bisa hadir, karena ada giat lain yang tidak mungkin ditinggalkan. Saya apresiasi kepada Askab Blora dan Koni atas terselenggaranya kegiatan ini," jelasnya.

Ditambahkan Mumuk Pemerintah akan terus berusaha membangun kembali stadion baru untuk giat Sepakbola. Namun untuk saat ini Pemkab fokus memperbaiki lapangan Kridaloka yang ada Jepon.

"Kami akan tetap usulkan pembangunan Stadion baru, yang rencana anggaranya mencapai 70 Milyar. Namun saat ini kita fokus memperbaiki stadion Kridaloka Jepon agar bisa ikut Liga tiga," tuturnya.

Dalam pertandingan sepak bola putri antara Puslat Pertiwi Blora melawan Yos Sudarso Tegal dimenangkan Blora dengan score 7 - 0.   (Mirza/red)

Share:

PT SMI Persero Akan Pinjamkan 400 Milyar ke Pemkab Blora, Untuk Pembangunan Infrastruktur

 



BLORA, JATENGTIGA.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan pinjami dana sebesar 400 milyar, kepada Pemerintah Kabupaten Blora (Pemkab) Blora untuk pembanguan infarstruktur Jalan Kabupaten Blora. 

Sebelumnya dikatakan wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, bahwa dirinya mendorong Bupati Blora untuk pinjam modal ke PT SMI, untuk membangun 25 % jalan utama Kabupaten Blora yang rusak. 

Dan pada Jumat (2/4) kemarin, Siswanto   bersama Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Selamet Pamuji (Mumuk), Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bayu  berkunjung ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Jakarta. 

 "Kami diterima oleh Kepala Divisi Pembiayaan Daerah Erdian. PT SMI bisa memberi pinjaman dana sebesar 400 Milyar," ungkap Siswanto saat dihubungi (Sabtu, 3/4)

Dana itu lanjut Siswanto bisa diangsur dalam jangka waktu 3 - 8 tahun, dan Pemkab Blora akan mengkaji paparan dari PT SMI (Persero) .

"Kita dukung bareng pembangunan infrastruktur, agar dalan dadi alus (Jalan jadi halus - red) sesuai visi misi Bupati Blora H. Arief Rohman dan Wabup Tri Yuli Setyowati," pungkas Siswanto.(Her/ red)

Share:

Kapolres Blora Menyebut Ada Jaringan Sel Sel Teroris Melintas di Blora

 


Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama (Kanan) didampingi Kabag Ops Kompol Supriyo (kiri) saat konferensi pers di Lobi Polres Blora (Kamis, 1/4/2021)

BLORA, JATENGTIGA.com - Kapolres Blora Jawa Tengah AKBP Wiraga Dimas Tama, Kamis (1/4) menyebut di wilayah Blora sempat melintas jaringan sel sel teroris paska tertangkapnya jaringan teroris di Bojonegoro, Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

"Jadi paska peledakan Bom di Katerdal Makasar dan kemarin di Mako Brimob,  kami perketat penjagaan di Polres dan Polsek jajaran. Apalagi setelah tertangkapnya jaringan teroris di Bonegoro, sel sel teroris sempat melintas di Blora, "ungkap Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama kepada sejumlah media.

Dikatakan Kapolres pihaknya tidak mau lengah, untuk antisipasi teroris Polsek jajaran telah dilengkapi senjata dan body sistem untuk melindungi anggotanya. 

"Kami juga tingkatkan patroli, untuk antisipasi teroris. Mulai obyek vital maupun tempat ibadah, "imbuhnya. 

Pihaknya juga telah bersenergi dengan TNI untuk menjaga Kamtibmas diwilayah Blora. Agar masyarakat Blora aman dan nyaman dalam beraktifitas. 

"Bisa dilihat di Polres maupun Polsek, setiap tamu yang datang kita periksa terlebih dulu sebelum masuk.  Petugas juga menggeladah barang bawaan mereka," pungkasnya.(Mirza)

Share:

Inilah Yang Dilakukan Sejumlah Wartawan di Blora,Terhadap Pelaku Penganiayaan Wartawan Tempo

 


Sejumlah wartwan di Blora melakukan aksi solidaritas kekerasan terhadap jurnalis Tempo saat peliputan di Surabaya (Kamis, 1/4)


BLORA, JATENGTIGA.com - Penganiayaan yang terjadi terhadap seorang jurnalis Tempo di Surabaya, pada Sabtu 21 Maret 2021 saat penugasan dari redaksi Majalah Tempo, membuat sejumlah Jurnalis di Blora melakukan Aksi solidaritas mengutuk kekerasan terhadap wartawan. 

"Aksi ini adalah solidaritas dari wartawan Blora, terhadap kekerasan kepada kawan kami Nurhadi, seorang jurnalis majalah Tempo yang mengalami penganiayaan saat menjalankan tugas, " ungkap Mahfud Muntaha (wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro) selaku koordinasi Lapangan. 

Mahfud ingin jangan sampai kekerasan terhadap jurnalis ini terjadi ditempat lain, khususnya di Blora.

Aksi ini didukung oleh ketua PWI Blora Heri Purnomo. Ia mengutuk keras aksi kekerasan terhadap jurnalis tempo, Nurhadi yang  tengah meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji dalam kasus suap pajak yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis di Surabaya. Kalau memang benar kenapa harus takut terhadap wartawan, bahkan sampai menganiaya," kata Heri. 

Heri mendorong agar Polisi mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap Nurhadi.

Menurutnya kasus ini merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan yakni pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

"Saya mendorong kepada pihak Kepolisian, agar mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan Tempo," tutupnya (Mirza/red)

Share:

Hasil Panen Padi SRI Organik Empat Kali Lipat Dibandingkan Konvensional



BLORA, JATENGTIGA.com - Program Padi SRI Organik yang dikembangkan Pertamina EP dengan menggandeng Aliksa membuahkan hasil panen yang luar biasa.

Hasil panen program padi SRI Organik bisa empat kali lipat dibandingkan dengan konvensional. Ini dibuktikan sendiri oleh para petani mitra binaan Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Bina Alam Sri, yang mencapai 9,3 ton per hektar (Ha) awal Maret 2021.  

"Hasil tersebut terhitung menggembirakan karena menurut data dari tim Aliksa secara umum produksi tertinggi 8,4 ton/Ha,” ujar Kautsar Restu Yuda, CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Sabtu (27/3). 

Direktur Aliksa, Alik Sutaryat juga membenarkan hal tersebut, pihaknya akan terus mengembangkan program padi SRI Organik tersebut.

“Produktivitas panen padi dengan metoda SRI Organik secara umum antara 6,3 hingga 8,4 ton/Ha,” ucapnya. 

Menurut Alik, sebagai perbandingan produktivitas padi konvensional terendah 4,5 ton/Ha, sementara tertinggi 5,8 ton/Ha. 

Dikatakan Alik keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, melainkan juga harga jual. 

“Harga beras SRI Organik rata-rata di nilai Rp 15.000/kg. Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000/Kg,” jelas Alik. 

Jika dihitung pendapatan per hektar dalam satu musim tanam, maka petani SRI Organik memperoleh penghasilan 32.800.000/Ha. Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp 8.200.000/Ha. 

Selain dari aspek keberhasilan produktivitas dan pendapatan, program ini juga berkembang secara luasan lahan. 

“Mulai dari 2,6 hektare (ha) saat panen perdana menjadi 13,36 Ha pada awal 2021. Bersama rekan-rekan Aliksa, kami menargetkan luasan lahan kelompok mencapai 20 Ha,” ucap Restu. 

Restu berharap ketertarikan para petani di wilayah lain bertambah. Untuk saat ini program tersebut sudah meluas dari Desa Bajo ke desa-desa sekitar di Kecamatan Kedungtuban dan diharapkan bisa menjangkau kecamatan lain, khususnya ring satu perusahaan.(Her/red)

Share:

Semen Gresik Gelar Rangkaian Panen Raya, Bersama Petani

 

Jatengtiga.com


REMBANG, JATENGTIGA.com- PT Semen Gresik (SG) menggelar Panen Raya jagung, padi gogo, dan jambu kristal bersama petani   Rembang, di lahan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) milik Semen Indonesia Persero (Tbk) yang berada di area operasional PT Semen Gresik Pabrik Rembang.

Panen raya ini berkat program Semen Gresik Sahabat Petani, perusahaan . Melalui program ini, SG merangkul para petani di desa sekitar wilayah operasional untuk mengolah lahan seluas 58 hektar secara gratis serta mendapatkan insentif pendampingan dalam peningkatan produktivitas hasil pertaniannya.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR Semen Gresik, Dharma Sunyata, menyampaikan bahwa Panen Raya ini merupakan bukti komitmen Semen Gresik dalam mendukung upaya percepatan kedaulatan pertanian lokal. 

Dengan adanya program ini, SG memfasilitasi pengembangan masyarakat di bidang pertanian agar dapat mengelola lahan pertanian secara optimal dengan komoditas tanam yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Dikatakan Dharma Sunyata, melihat hasil dari rangkaian Panen Raya ini dapat menjadi sebuah peluang besar dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat desa secara signifikan. 

Petani yang memanfaatkan lahan IPPKH ini akan diakomodir oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sekitar perusahaan, sehingga memiliki alur distribusi yang pasti.

“Di tahun ini Semen Gresik telah mematangkan feasibility study terkait tata kelola pelaksanaan  program di bidang pertanian yang akan disinergikan dengan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan," ungkapnya. 

Sehingga, lanjut Dharma Sunyata, nantinya secara bersama dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatkan lahan yang ada, untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dari sektor yang paling mendasar yaitu dari pedesaan.

"Sehingga kedaulatan lokal tidak lagi menjadi angan, dan ekosistem yang positif menjadi hal yang nyata dalam semangat merajut harapan menuju keberlanjutan,” jelasnya. 

Kang Jum, salah satu petani dari desa Timbrangan, merasa bersyukur adanya program ini. 

"Selain ketersedian bibit yang mudah, pengakomodasian hasil pertanian juga akan langsung ditampung oleh BUMDes sehingga tidak kesulitan dalam mendistribusikan hasil panen nantinya," tutur kang Jum

Secara konsisten, melalui hasil dari social mapping yang dilakukan PT SG bersama Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan potensi yang besar pada lahan pertanian di sekitar wilayah operasional. 

Terhitung potensi panen raya dari pertanian jagung yang ditanam di lahan seluas 42 hektar sebesar 336 ton. Sedangkan pertanian padi Gogo berpotensi menghasilkan total panen 84 ton di luas tanah 12 hektar. 

Hal ini kemudian menjadi upaya SG dalam melakukan pendampingan perihal program pertanian terpadu, salah satunya dengan pengembangan demplot perkebunan hortikultura dengan komoditas pohon jambu kristal, srikaya jumbo, klengkeng, durian montong, pisang cavendis dan Kawis. Hingga Rabu lalu, hasil panen pada komoditas jambu kristal mencapai 56 kg.(Mirza/red)

Share:

Asyik, Ribuan Warga Klopodhwur dapat Bibit Buah Gratis di HUT Perhutani Ke-60

 




BLORA, JATENGTIGA.com- Dalam rangka menyambut  Hari Ulang Tahun (HUT) Perhutani ke- 60 yang jatuh pada 29 Maret 2021 mendatang, Perhutani Mesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora menggelar aksi kebaikan sedekah hijau.

Aksi sedekah hijau itu, dengan membagikan bibit buah-buahan kepada masyarakat dan lembaga pendidikan di  Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Kamis (25/03/2021).

Sebanyak 1.000 bibit buah dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan lembaga pendidikan. Bantuan diserahkan langsung oleh Administratur Perhutani KPH Blora, Agus Widodo.

1000 bibit buah tersebut berupa Duwet, Jambu, Srikaya, Durian, Alpukat, Matoa, dan Mangga. 

“Dalam rangka memperingati HUT Perhutani Ke-60, kami melakukan sedekah hijau dengan membagikan 1.000 bibit buah–buahan kepada masyarakat desa sekitar hutan dan lembaga pendidikan (SMK Muhamadiah) sebagai wakil generasi penerus," ungkap Adm Agus Widodo

Adm. Perhutani KPH Blora Agus Widodo yang suka berkelakar ini berharap, sedekah ini bisa menjadi berkah bagi Perhutani, agar karyawan hidupnya mewah tapi barokah, gelar sajadah, dan dapat pergi ke Mekkah

"Kami harapkan bisa ditanam di musim ini, di pekarangan atau kebun, sehingga dapat membantu menghijaukan Blora dan bermanfaat bagi warga ” Imbuh Agus Widodo

Dikatakan Agus Widodo, sebelum acara sedekah hijau ini juga telah dilakukan penanaman pohon kayu-kayuan di kawasan hutan di wilayah Desa Klopoduwur.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Blora, Sugeng (50), warga Desa Klopoduwur mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit yang diterima dan akan membagikan kepada anggotanya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Perhutani yang telah memberikan bantuan bibit buah-buahan, kami sangat senang, akan kami bagi kepada masyarakat, dan tanam secepatnya musim ini. Selamat Ulang Tahun Perhutani Ke-60, semoga Perhutani jaya, hutanya lestari dan bermanfaat bagi masyarakat,’ kata Sugeng (Mirza/red)

 

Share:

Sejumlah Pohon Tumbang dan Satu Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung di Blora



BLORA, JATENGTIGA.com - Angin puting beliung yang terjadi di Blora,  Minggu (21/3) sore, menghantam Dua Kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa tengah.Akibatnya, sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan rumah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora Hadi Praseno melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Agung Tri mengatakan, Dua Kecamatan yang dilanda angin puting beliung yakni Kecamatan Kunduran dan Ngawen.

Di Kecamatan Kunduran, Angin puting beliung merobohkan dua buah pohon jati yang berada di Desa Tawangrejo. 

"TRC BPBD Blora melaksanakan evakuasi pemotongan pohon tersebut dibantu menggunakan alat berat," ungkap Agungtri kepada media (Minggu, 21/3).

Sedangkan di Kecamatan Ngawen, angin puting beliung menghantam 4 Desa, masing-masing Desa Trembulrejo, Desa Plumbon, Desa Bergolo dan Desa Bandungrojo. 

Di Desa Trembulrejo Angin puting beliung merobohkan sebuah pohon jati, hingga menggangu jalan lintas propinsi.

Sementara di Desa Plumbon dua rumah dilaporkan rusak berat dan sedang. 

"Rumah rusak berat milik Andang Joko Cahyono, Rumah rusak sedang milik Sutarjo dinding jebol dan genteng hilang," imbuhnya. 

Selain itu Lanjut Agung, di Desa Bergolo dan Bandungrojo sebuah pohon tumbang menimpa dapur rumah warga. Dan 8 rumah warga juga mengalami kerusakan ringan serta satu rumah roboh. 

"Kerusakan ringan ini genteng rumah pada rusak tertiup angin. Sedangkan satu rumah milik Sobirin roboh," katanya. 

Dikatakan Agung, BPBD sendiri saat ini telah melakukan assesmen dan berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan setempat. 

"Kita melakukan assesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan. Untuk korban jiwa nihil," pungkasnya.(Mirza/Red)

Share:

1 Unit Komputer Milik SMP Merdeka Lenyap, Digondol Maling

 


BLORA, JATENGTIGA.com- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Merdeka, Kecamatan, Ngawen Kabupaten Blora dibobol maling. Satu unit komputer dan sejumlah peralatan elektronik lainya dibawa kabur pelaku.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Merdeka, Patuh Sugiharto, membenarkan kejadian tersebut, ketika dihubungi melalui telepon oleh media. 

"Betul mas, kejadiannya itu diketahui Kamis (18/03) pagi, sekitar pukul 07.40 WIB," ungkap Patuh.

Dikatakan Patuh, pelaku berhasil masuk ke dalam ruang kantor SMP Merdeka dengan cara mencongkel pintu.

Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian membawa kabur satu unit komputer dan beberapa peralatan elektronik.

"Yang diambil oleh pelaku satu unit komputer, proyektor, kipas angin, speaker corong, mik werles," jelas Patuh. (Mirza/red)

Mengetahui ada pencuri, penjaga sekolah kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Kepala Sekolah, dan melanjutkan laporan ke Polsek Ngawen, Polres Blora.

Adanya kejadian tersebut, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib. Kini Polisi masih memburu pelaku pencurian tersebut.

Share:

Jual Kambing Curian, Pemuda Asal Cepu Dibekuk Polisi

 



BLORA, JATENGTIGA.com- Pemuda specialis pencuri kambing yang meresahkan warga dibekuk Satuan Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora Sabtu (20/3) kemarin. 

Ia bernama Rizal Dwi Saputro (19) warga desa Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Ia diringkus petugas saat akan menjual seekor kambing hasil curiannya di Pasar Hewan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari laporan korban bernama Suhartono, (52), warga Kelurahan Balun RT 01/07 Kecamatan Cepu.

"Benar, berdasarkan laporan korban, kami pada Sabtu (20/3) kemarin, mengamankan pelaku specilais pencuri kambing. Dari Pengakuannya, pelaku sudah beraksi 16 kali ditempat yang berbeda," ungkap AKP Agus (Minggu, 21/3).

Kejadian itu berawal pada Jum’at (19 /3) pagi, pukul Pkl 09.00 WIB. Korban waktu itu sedang mengembalakan lima ekor kambingnya, di pekarangan belakang rumah.

Sekira pukul 11.30 WIB, korban meninggalkan kambingnya untuk pergi ke Masjid melaksanakan sholat Jum’at. Karena suasana sepi pelaku mulai beraksi mencuri kambing itu.

Pulang sholat, korban kaget melihat salah satu kambing jantan jenis garut, yang awalnya berada di pekarangan hilang. Lalu korban lapor ke Polsek Cepu. 

Menindaklanjuti laporan tersebut Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Imam Kurniawan,SH beserta anggota untuk melakukan penyelidikan. 

Dan dengan waktu hanya sehari, Sat Unit Reskrim Polsek Cepu meringkus tersangka beserta barang bukti saat hendak menjual kambing curianya ke Pasar hewan.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). 

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," jelas Kapolsek Cepu.

Dari pengembangan pelaku melakukan aksi di 16 TKP yang berbeda, tersebar di diwilayah kecamatan Cepu dan Kedungtuban Kabupaten Blora, Jawa Tengah serta di kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kapolsek AKP Agus Budiana berpesan agar warga tetap hati hati dan waspada saat menggembala kambing, agar selalu dipantau dan jangan ditinggalkan tanpa pengawasan. 

"Belajar dari kejadian tersebut, kami imbau kepada warga agar selalu waspada. Saat menggembala kambing harus dijaga dan diawasi agar tidak terjadi kejadian serupa," pungkas Kapolsek AKP Agus Budiana.(Mirza/red)

Share:

Resmikan Lapangan PetanqueKetum KONI Blora : Prestasi Olahraga Sekarang Bisa Jadi Prestasi

 


BLORA, JATENGTIGA.com- Cabang olahraga (Cabor)  Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Blora  akhirnya memiliki lapangan olahraga sendiri di komplek eks Stadion Kridosono.

Peresmian lapangan tersebut dilakukan langsung oleh ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora Hery  Sutiyono, Jumat (19/3). 

Dalam sambutannya, Hery meminta agar pengurus dan pelatih yang sudah ada untuk segera menyusun program latihan para atlet. Ia berharap kedepan olahraga ini bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Blora. 

"Peluang ada. Apalagi sekarang sudah ada lapangan baru. Saya berharap ini bisa dimaksimalkan. Saya cukup yakin atlet Petanque di Kabupaten Blora mampu bersaing dengan daerah lain," ucap Heri di hadapan pengurus dan atlet yang hadir dalam acara peresmian tersebut. 

Hery memaparkan, prestasi olahraga saat ini telah menjadi profesi. Banyak atlet-atlet berprestasi yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mendapatkan bonus yang melimpah. 

"Kehidupan mereka lebih dari cukup. Karena apa? Saat ini memang perhatian pemerintah terhadap atlet luar biasa. Mereka yang berhasil meraih kejuaraan nasional hingga internasional sudah terjamin masa depannya. Bonus juga luar biasa. Semoga ini bisa menjadi motivasi kalian," ucapnya. 

Dan Melanjutkan ini,  lanjut Hery, sudah merupakan olah raga tingkat Nasional, maupun Internasional, bahkan Olimpiade. 

Sementara itu, Ketua umum FOPI Kabupaten Blora, Sumarno menambahkan, pada September nanti akan digelar Pekan Olahraga Daerah (Popda). Dalam kejuaraan tersebut atlet Petanque Blora diharapkan bisa berpartisipasi sekaligus sebagai langkah awal untuk persiapan seleksi Pekan olahraga Propinsi (Porprov). 

"Masih ada waktu sekitar 5-6 bulan. Tolong semua dipersiapkan. Sebelum Januari nanti ada seleksi untuk Porprov," ucapnya.(Mirza/red)

Share:

Diduga Terpeleset, Warga Tutup Tewas Tercebur di Dalam Sumur

 



BLORA, JATENGTIGA.com - Warga desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah digemparkan adanya temuan mayat didalam Sumur (Kamis, 17/3) pagi. 

Mayat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang panen padi saat hendak mengambil air di sumur tersebut. 

Sempat menjadi tontonan warga sekitar sebelum peetugas mengevakuasi mayat tersebut. Diduga ia terpeleset ketika mau mengambil air. 

Korban bernama Sanusi (51) warga desa setempat. Menurut keterangan Kepala desa Tutup Sungkowo, korban akhir akhir ini mengalami gangguan jiwa. 

"Ya, korban pertama kali ditemukan warga yang lagi panen atau mau ngedos, disebelah sumur. Korban atas nama Pak Sanusi. Saat ini sedang mengalami gangguan jiwa, atau stres, " ungkap Sungkowo Kades Tutup (Kamis, 17/3) 

Pantauan dilapangan sumur ini adalah masih digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari. Dan dulu juga pernah terjadi hal yang sama.

"Kami akan berembuk dengan warga, apakah nanti ditutup atau tidak. Kita tunggu hasilnya nanti," paparnya. 

Petugas tim reaksi cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora langsung mengevakuasi korban. Dengan dibantu petugas dari petugas Polsek Tunjungan berhasil mengangkat korban dari dalam sumur dalam waktu kurang lebih 10 menit. 

"Kami dapat laporan ada orang yang meninggal didalam sumur sekira pukul 06.45 WIB dan pukul 07.15 WIB sampai dilokasi, kami langsung menghubungi tim medis, BPBD untuk mengevakusi mayat. Dalam waktu singkat alhamdulillah evakuasi selesai," jelas Aiptu Sulandi kanit Reskrim Polsek Tunjungan. 

Selanjutnya korban dibawa ke rumah keluarganya yangtak jauh dari tempat kejadian perkara, untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. 

"Hasil pemeriksaan tim medis diduga korban terpeleset dari dan jatuh ke dalam sumur. Tidak ada tanda tanda kekerasan namun korban ini mengalami gangguan mental atau stres, " jelas Sulandi.

Korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dikebumikan. Keluarga korban sempat menagis saat jenasah diserahkan.(Red)

Share:

Atasi Jalan Rusak di Blora, Wakil Ketua DPRD Dorong Pemkab Hutang ke PEN

 


BLORA, JATENGTIGA.com - Mencermati kondisi jalan rusak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Siswanto, mendorong Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengajukan pinjaman ke Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dikatakan Siswanto, dari total ruas jalan Kabupaten yang mencapai 1.200 KM, 78% nya, yakni 964 KM rusak. 300 KM diantaranya rusak berat, 664 KM rusak sedang.

"Mengenai kemana harus meminjam, saya mengusulkan agar Bupati Blora, Pak Arief Rohman mengajukan pinjam ke pemerintah pusat, melalui program Pinjaman Daerah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui PT. SMI (Persero) yang dibawah koordinasi Kementerian Keuangan," ungkap Siswanto (Kamis, 17/3).

Pinjaman Daerah, lanjut Siswanto, melalui PEN bunganya rendah, bisa diangsur 2 sampai 7 tahun dengan menggunakan APBD Kabupaten Blora.

"Saya ingin agar Pak Arief Rohman bisa gerak cepat, agar bisa realisasi pada APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2022, yang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dimulai melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Blora, akhir Maret 2021 ini," jelasnya.

Siswanto menyambut baik wacana Bupati Blora untuk melakukan pinjaman. Dimana wacana pinjaman itu sudah disampaikan Bupati Blora Pak Arief Rohman pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora, usai pelantikan waktu itu.

Siswanto mendorong agar Bupati Blora secara cepat membuat ajuan pinjaman agar secara bersama-sama dibahas dengan DPRD Kabupaten Blora. 

"Saya setuju jika pinjaman dilakukan untuk penanganan infrastruktur saja, khususnya perbaikan jalan dan jembatan. Bukan untuk kepentingan lainnya," tandasnya.

Melihat rusaknya jalan, menurutnya, dengan pinjam sebanyak 500 Milyar bisa untuk membangun 150 kilometer jalan yang rusak berat. Artinya, PR jalan rusak selesai 50 persen. (Pur)

Share:

 Ditolak Vaksin Karena Komorbit Jantung, Kakek di Blora Protes ke Petugas. 



BLORA,  JATENGTIGA.com - Seorang kakek di Blora Protes ke petugas karena tak bisa di vaksin. Lantaran ia memiliki komorbit penyakit jantung coroner. 

Lansia ini bernama H. Soesanto Rahardjo (70an),  seorang pengusaha di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sebelumnya ia datang bersama istrinya untuk ikut vaksinasi di Puskemas Blora pada (Senin, 8/3) lalu,  ditolak karena punya komorbit Jantung. Oleh petugas ia diminta untuk membawa surat keterangan dari dr. penyakit dalam terlebih dulu. 

"Senin saya ke Puskesmas, smaa istri saya. Karena saya punya riwayat ojantung dan sudah di Ring 3, saya diminta ke dokter penyakit dalam untuk diperiksa dulu. Kalau kondisinya baik, baru boleh di vaksin dengan menunjukan surat keterangan keterangan dari dr. Internis, " ungkap Soesanto (Kamis, 11/3).

Dikatakan Soesanto, bahwa ia sudah ke dokter penyakit dalam, namun tutup. Lalu ia konsultasi ke salah satu dokter umum kenalanya. Dokter tersebut menunjukan surat selebaran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang salah satu poinya menyatakan, individu yang pernah gagal jantung selama tiga  bulan terakhir sebelum vaksin tidak ada gejala  dipertimbangkan untuk di vaksin. 

Dengan dasar itu Soesanto mendatangi Puskesmas Blora, menanyakan kepada petugas bagian koordinasi imunisasi.

"Saya juga tidak akan bunuh diri, karena saya yang merasakan. Saya tiap setengah tahun kontrol, dan sudah 15 tahun tidak merasakan gejala, " tuturnya

Oleh petugas Soesanto diminta mengisi form peryataan divaksin, jika memang itu keingananya dan sanggup menanggung akibat atau efek dari vaksin. 

"Kalau kami tidak akan mempersulit, karena dari data screening, jika ada slah satu dijawab ya, kami tidak berani menanggung resiko. Petunjuknya harus ada surat keterangan dari dokter penyakit bawaan yang dideritanya," jelas Eni Puji Safitri Koordinator Imunisasi Puskesmas Blora. 

Dikatakan Eni saat ini untuk vaksinasi lansia sudah habis, karena jumlahnya terbatas. Di kecamatan Blora hanya mendapat kuota 400 orang vaksin untuk lansia. 

"Nanti akan kita data sesuai desa /kelurahan melalui bidan desa masing masing. Ini data akan kita catat, kita serahkan ke bidan kelurahan Mlangsen. nanti kalau pas ada vaksin lagi biar langsung yang pertama kita vaksin, " tutup Eni. 

Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora jumlah lansia yang sudah vaksinasi covid 19 di Kabupaten Blora,  Jawa Tengah sudah mencapai 83 ribu lansia.(red)

Share:

Pok Darwis Desa Panohan Gandeng Perhutani, Buka Wisata Rintisan Waduk Panohan

 



REMBANG, JATENGTIGA.com - Kelompok Sadar wisata (Pok darwis)  desa Panohan gandeng Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan buka wisata Rintisan Waduk Panohan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa Panohan, kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Kegiatan diskusi wisata rintisan digelar di Balai desa Panohan Rabu (3/3) siang,  dihadiri Junior Manager Bisnis (JMB) Soetriswanto, Kepala Desa Panohan Amir Fuad , Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang Riv’an, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Blebak M.Arif Muslikun, Penyuluh Kehutanan dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Slamet, Ketua LMDH Wono Karyo Sutrisno, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Kalal) Isnina Sakdiyah dan Aliansi Tajam Zulfa.

Administratur (Adm) KPH Mantingan Widodo Budi Santoso, melalui JMB Soetriswanto menjelaskan bahwa wisata rintisan waduk panohan berada diwilayah  kawasan Lindung atau sepandan sungai. 

"Jadi ada beberapa tahapan dan kesiapan lokasi area untuk sebuah wisata tersebut, tetapi tidak merubah kelas hutannya atau peruntukannya," ungkap Adm. Mantingan.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam membuka wisata rintisan. misalnya  lahan areal jelas bebas sengeketa dengan peronganan ataupun lembaga, ada gapuro pintu masuk, tiketing, areal parkir, tempat ibadah, tempat sampah, tempat cuci tangan dan akses jalan masuk tempat berteduh dikala hujan dan savety lokasi wisata.

Sementara,  Kepala Desa panohan Fuad Amis yang juga pelaku wisata mengapresiasi kepada Perhutani yang telah memfasilitasi Pok Darwis desa Panahan dan LMDH dalam diskusi wisata rintisan di waduk Panohan. 

"Inilah pentingnya membangun sinergitas dengan stakeholder lain agar dalam pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sesuai dengan tugas masing-masing," terang Fuad.

Sedangkan ketua Karang taruna Kabupaten Rembang Riv’an menjelaskan untuk desa dan Pok darwis hendaknya melihat peruntukan lahan yang akan digunakan sebagai wisata rintisan. 

Jika itu kawasan lindung, maka desa harus menyesuaikan dengan aturan yang ada di Perhutani. 

"Itu penting. Sebab dikawasan lindung tidak boleh ada bangunan permanen, tetapi kita bisa menggunakan dengan menambah pengkayaan tanaman buah-buahan yang intinya tidak menebang pohon diareal hutan lindung,"tutur Riv,an. (Her) 


Share:

Wow! Ada Ratusan Kapal Lilin Menyusuri Kali Grojogan, di Malam Imlek

 

www.jatengtiga.com


BLORA, (jatengtiga.com)
– Keren! Ratusan kapal lilin tampak beriringan, disepanjang kali Grojogan, menyusuri sungai di tengah kota, di malam perayaan hari besar Imlek Jumat (12/2) malam. 

Sebuah acara unik yang digelar sekelompok pemuda di Blora, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi cocok 19.

Mereka yang tergabung di dalam Duta Blora (Peduli terhadap Blora) ini, menggelar sebuah acara ritual larung miniatur kapal dari kertas, diatasnya dinyalakan lilin sebagai simbol doa bersama adanya wabah virus yang hampir setahun, tak kunjung berakhir. 

“Ritual larung kapal lilin ini merupakan simbol mengembalikan sesuatu hal yang tidak baik ke tempat yang lebih baik. Salah satunya wabah penyakit yang terjadi hampir setahunan ini," ungkap Eko Arifianto koordinator Duta Blora (Jumat, 12/2) malam. 

Ia berharap semoga semua masyarakat, khususnya Blora diberikan kesehatan dan keselamatan, dan wabah ini segera berakhir.

Acara tersebut menjadi perhatian warga Blora yang melintas di Jalan Pemuda Blora dan Jalan Sudarman sepanjang sungai Grojogan. 

Sungai yang biasanya di waktu malam gelap itu, sontak berubah jadi berkelap-kelip oleh ratusan cahaya lilin di atas miniatur kapal, yang terapung dan bergoyang-goyang bak sekelompok kunang-kunang.

Lilin-lilin tersebut dibuat di atas kertas dengan cara diberi kapas, serta minyak goreng. Kemudian dinyalakan dan dilepas di atas air sungai dengan penuh kehati-hatian.

Warga yang saat itu kebetulan berada di Taman Grojogan senang melihat kapal lilin itu bergerak mengikuti arus sungai sepanjang kurang lebih 175 meter. 

Ada juga yang terdiam memandangi perjalanan kapal lilin di sungai. Namun banyak juga yang spontan melontarkan kata ungkapan ketakjuban 

Kapal lilin itu ada yang mati tenggelam, ada yang terhenti karena tersangkut bebatuan, ada pula yang terbakar dan tidak sedikit yang menyala hingga finish di Tretek Ireng (Jembatan Hitam-red).

"Semua itu adalah filosofi tentang kehidupan manusia saat ini. Bermacam-macam nasib dan takdirnya. Mari kita bersama menanam kebaikan agar juga menuai kebaikan", jelas Eko, 

Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Prih Hartanto, ST Kepala Seksi Pengelolaan Sampah.

"Iya, kita ingin memastikan bahwa acara yang diselenggarakan tidak semakin membuat kotor sungai Grojogan", jelas Prih Hartanto, 

Memang selain bahan kapal lilin menggunakan kertas yang ramah lingkungan, ada salah seorang tim penjaring di bawah Treteg Ireng yang memastikan bahwa kapal tidak ada yang terlewatkan jaring.

"Jujur, memang berat tugas sebagai penjaring. Saya harus berlari-larian di sungai mengejar kapal lilin yang kadang bergerak terlalu cepat", ungkap Lilik Prayoga, salah seorang personil Duta Blora yang bertugas menjaring kapal lilin di titik finishnya.

Sebelumnya, pagi hingga sore hari mereka para aktivis, resik-resik Kali Grojogan membersihkan sampah yang bisa mengurangi keindahan dan kelancaran arus sungainya untuk kegiatan tersebut. 

"Iya, pagi hingga matahari tenggelam, kita bersama-sama melakukan persiapan dengan penanaman bambu, bersih-bersih toilet disepanjang kali Grojogan tempat dilangsungkannya larungan kapal lilin malam hari ini", tutur Lilik sambil memeras sarungnya yang basah tercebur dalam sungai.

Acara larung kapal lilin kian meriah dengan adanya dukungan dari Paguyuban Taman Grojogan yang menyiapkan pesta kuliner dengan menu nasi ayam, nasi sayur, nasi pecel, rujak, camilan, gorengan, jus, teh, susu, coklat dan kopi, serta wedang rempah.(Her)

Share:

Dukung PPKM Mikro, Petugas Gabungan Dirikan Posko Pencegahan Covid 19Hingga Pelosok Desa

 



BLORA,  (jetengtiga.com) - Dukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, petugas gabungan TNI -Polri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora,  dirikan Posko penangan covid 19,hingga ke pelosok desa. 

Pendirian posko ini, merupakan program pemerintah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, yang tertuang di dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 sampai tingkat desa dan kelurahan dalam rangka upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Dengan dimotori 3 pilar di desa yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa yang dibantu oleh instansi terkait telah mendirikan posko posko tersebut di desa atau kelurahan.

Seperti yang dilakukan Polsek Tunjungan Polres Blora, berdasarkan instruksi Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Kapolsek Tunjungan AKP Budiyono, SH telah menggerakkan Bhabinkamtibmasnya agar aktif di posko pengendalian Covid-19 yang ada diwilayah binaan, selama pelaksanaan PPKM Mikro. 

"Kita berdayakan anggota terutama Bhabinkamtibmas, untuk bisa menjadi motor penggerak dalam rangka mensukseskan PPKM Mikro di Blora, terutama di wilayah kecamatan Tunjungan," ucap Kapolsek Tunjungan AKP Budiyono, Sabtu, (13/02).

Petugas yang ada di posko, lanjut Kapolsek, bukan hanya TNI - Polri dan Pihak desa saja, tapi juga melibatkan tenaga kesehatan dari Posyandu, serta Linmas dan beberapa elemen masyarakat seperti Karang Taruna. 

"Semua elemen masyarakat kita dorong untuk kompak, karena PPKM Mikro ini bertujuan untuk mencegah Covid-19, hingga tingkat desa," jelasnya. 

Kapolsek berharap, dengan berdirinya posko sampai pelosok desa, dapat menekan penyebaran Covid-19 terutama di kabupaten Blora.(Her)

Share:

Polres Blora Grebek Penimbunan Belasan Ton Pupuk Bersubsidi di Gudang Polowijo

 


Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Kasat Reskrim AKP Setiyanto dan Anggota Reskrim saat Penggrebegan Pupuk Rabu (10/2)


BLORA,  (jatengtiga.com) - Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,  pimpin penggrebekan penimbunan belasan ton pupuk bersubsidi yang dijual diatas harga HET Rabu (10/2) siang. 

Sebanyak 14,95 ton disimpan digudang polowijo milik Ngadiman (50), di desa Gabusan, Kecamatan Jati,  Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ngadiman diduga melakukan pendistribusian atau penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah, untuk sektor pertanian, yaitu menjual pupuk bersubsidi di luar peruntukannya di atas harga eceran tertinggi (HET) dari Pemerintah. 

"Ya, berdasarkan laporan warga, adanya penjualan pupuk bersubsidi diatasi HET pemerintah,  satuan Reskrim melakukan penyelidikan, dan ternyata benar ada 14,95 ton pupuk bersubsidi disimpan digudang polowijo ini, " ungkap Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama dislokasi (Rabu, 10/2)

Pelaku ini lanjut Kapolres,  mendapatkan pupuk ini dari Jawa Timur. Ia membeli dengan harga 240 ribu rupiah, dan dijual dengan harga eceran 250 -260 ribu rupiah persak.

"14,95 ton pupupuk bersubsidi ini terdiri dari 201 Sak pupuk bersubsidi jenis PHONSKA, 35 Sak pupuk bersubsidi jenis TS/SP36 dan 63 Sak pupuk bersubsidi jenis UREA  total  14,95 Ton" jelas Kapolres. 

Kapolres menambahkan kasus ini masih dalam pendidikan awal, apakah ada tersangka lain nanti akan ada pendidikan lebih lanjut. 

Sementara pelaku Ngadiman mengaku ia mendapatkan pupuk bersubsidi ini dengan cara barter. 

"Dari Malang Jawa Timur. Tiap kesini membawa pupuk, nanti orang itu kembali ke Malang membawa jagung saya untuk dijual ke Malang, " tuturnya. (Pur) 


Share:

Sinergritas TNI -Polri Terus Digalakan Guna Mencegah Covid di Blora

 



BLORA, (jatengtiga.com) - Guna meminimalisir penyebaran covis 19, sinergritas TNI - Polri, Satpol PP,  BPBD, dan berbagai elemen maasyarakat lainya terus digalakan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Di Kecamatan Sambong, Anggota Koramil 07/Sambong bersinergi dengan Polsek Sambong dan Forkompimcam memantau kegiatan di pasar kendilan, desa Gandu, Kecamatan Sambong, sembari menghimbau masyarakat untuk disilpin protokol kesehatan. 

Selain itu juga membagikan sebanyak 50 masker kepada penjual sataupun pengunjung,  yang tidak memakai masker, guna melindungi diri dari covid 19.

"Dalam rangka Jateng di rumah saja, hari kedua ini kita gunakan untuk memantau pasar,  dan mbagikan masker,  serta menghibau kepada warga untuk selalu disiplin prokes, " ungkap Danramil 07/Sambong Lettu Lukman Hakim melalui Bati Komsos Serka Jeri Waluyo (7/2)

Ia menambahkan,  dengan bersinergi bersama anggota Polsek Sambong,  Satpol PP dan yang lainya, diharapkan masyarakat sadar akan pencegahan covid 19.

Dan selalu mematuhi disiplin protokol kesehatan menerapkan 5M. memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menguragi mobilitas. (her) 


Share:

Petugas Gabungan Kecamatan Sambong Sisir Pertokoan di Jam Malam

 


BLORA, (jatengtiga.com) - Jateng di rumah saja selama dua hari Sabtu -Minggu (6-7/2), membuat Kabupaten /Kota di Jawa Tengah ikut mendukung kebijakan tersebut. 

Guna mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.  Di Kabupaten Blora pada Sabtu (6/2) malam, digelar secara serentak diseluruh Kecamatan, melakukan penyisiran terhadap pertokoan yang masih buka hingga 20.00 WIB untuk segera tutup. 

Seperti yang dilakukan Koramil 07/Sambong dipimpin Danramil Lettu Lukman Hakim dan Kapolsek Sambong Iptu Rustam melakukan pengyisiran diwilayah Kecamatan Sambong menghimbau secara humanis pada pukul 20.00 WIB harus tutup.

"Ya, adanya imbauan Jateng dirumah saja dan surat edaran Bupati, kami TNI bersinergi dengan Polri,  Satpol PP, dan Forkompimcam Sambong, menggelar patroli malam sambil membagikan masker, "ungkap Lettu Lukman (Minggu,7/2).

Berdasarkan Surat edaran Bupati Nomor : 443.5/0445/2021 tentang Peningkatan kedisiplinan dan pengetatan Protokol kesehatan, bahwa pertokoan harus tutup pada pukul 20.00 WIB. Sedangkan warung makan, dan pedagang kaki lima (PKL) tutup pukul 22.00 WIB. 

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan 5M," imbuhnya. 

5M yang di maksut adalah memakai masker,  mencuci tangan,  menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (her) 


 



Share:

Petugas Gabungan Kecamatan Kradenan Blusukan Pasar, Bagikan Masker, Sosialisaikan 5M




BLORA - (jatengtiga.com) - Anggota Koramil 10/Kradenan bersinergi dengan Anggota Polsek serta Satpol PP dan Relawan setempat blusukan pasar Sumber bagikan masker guna mencegah penyebaran vonis 19.

Bukan hanya membagikan masker,  mereka juga mengimbau berkeliling pasar untuk disiplin protokol kesehatan menerapkan 5M. 

"Kepada warga Kradenan agar selalu mematuhi prokes, dengan memakai masker, mencuci tangan,  menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, itu adalah kunci melawan cocok 19," ujar Batituud Serka Setyawan (Rabu, 3/2).

Selain himbauan, petugas gabungan, juga melakukan pengecekan sarana protokol kesehatan, seperti ketersediaan tempat cuci tangan yang ada di sekitar pasar.

"Kami akan terus melakukan langkah - langkah antisipasi, dengan cara membagikan masker, serta memberikan himbauan khususnya kepada warga masyarakat," tegasnya

Pemberian masker secara gratis tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19.

"Mari kita bersama-sama melawan wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19 ini, dengan mematuhi himbauan Pemerintah pusat maupun daerah, untuk melindungi diri dan keluarga, "pungkasnya. (her) 

Share:

Dandim - Kapolres, Kajari, dan Adm. Mantingan Blusukan Pasar Bagikan Masker



REMBANG,(jatengtiga.com)- Komandan Kodim 0720/ Rembang Letkol Kav. Donan Wahyu Sejati ,S.Sos, bersama Kapolres AKBP Kurniawan Tandi Rongre SIK ,SH, Administratur (Adm) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan Widodo Budi Susanto, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Anita Asterida SH, MM, MH, Selasa (2/2), blusukan pasar membagikan masker.

Dandim Rembang Letkol Kav. Donan Wahyu Sejati langsung menegur pejalan kaki dan penjual yang tidak menggunakan masker.

"Pagi bapak, kenapa tidak pakai masker, jangan sia -siakan hidupmu. Tetap patuhi protokol kesehatan, demi keluargamu," sapa Dandim 0720/Rembang, dengan bahasa santun sambil membagikan masker (Selasa, 2/2).

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre SIK.SH yang didampingi Kajari Anita Asterida SH, MM, MH, menambahkan Polres sangat mendukung sepenuhnya penegakan hukum (Gakkum) disiplin protokol kesehatan (Prokes), bagi pelanggar Prokes sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

"Sebagai Gakkum kita tidak henti - hentinya untuk selalu mengingatkan masyarakat, betapa pentingnya menjaga kesehatan untuk didi sendiri dan keluarga," ungkap Kapolres Rembang.

Ia juga menegaskan akan bertindak lebih tegas lagi bila ada pelanggar prokes yang keras kepala. Jika tidak mau memakai masker (ndablek) untuk ditindak dengan hukuman denda ataupun kerja sosial.

Sementara Adm. KPH Mantingan Widodo Budi Santoso menjelaskan bahwa pihaknya bersama dengan Forkopinda Kabupaten Rembang, selalu bersinergi untuk meningkatkan Prokes, guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

"Kami akan selalu bersinergi dengan Forkompimda Rembang, untuk inten melakukan Gakkum disiplin Prokes sambil membagikan masker," jelas Widodo

Perlu diketahui, Pemerintah telah memperpanjang PSBB dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Parnowo juga mengintruksikan kepada seluruh Kabupaten /Kota untuk perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). (her).




Share:

Disuntik Vaksin, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto : Mak Nyess Sakit Dgigit Semut

 

Wakil ketua DPRD Blora Siswanto, tampak tegang saat mau di vaksin, nomer dua setelah yang pertama Bupati Blora Djoko Nugroho

BLORA, (Jatengtiga.com) - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah Senin (25/1) menggelar pencanangan vaksin covid 19, serentak di rumah sakit dan Puskesmas se Kabupaten Blora, sesuai petunjuk Gubernur Jawa Tengah.

Bupati Blora Djoko Nugroho, bersama Forkompimda Kabupaten Blora,  membuka secara seremonial di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soetidjono Blora. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menjadi yang pertama kali di suntik vaksin, setelah hasil pemerikasaan kesehatan dinyatakan sehat tanpa penyerta. 

"Sudah di suntik ya, kok nggak terasa ya,  ucap Kokok panggilan familier Bupati kota sate ini (Senin,25/1).

Bupati menjelaskan hari ini sesuai petunjuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah digelar pencanagan vaksin covid 19, serentak se Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Blora. 

"Hari ini kita juga melaksanakan secara serentak di semua rumah sakit dan Puskesmas se Kabupaten Blora. Saya mohon doanya semua agar pelaksanaan lancar, " imbunya. 

Setelah Bupati Blora yang pertama,  giliran wakil ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto. Awalnya ia membayangkan sakit jika disuntik vaksin. Terlihat raut wajahnya yang tegang. 

"Awalnya saya membayangkan betapa sakit di suntik vaksin. Tapi setelah disutik ternyata mak nyess, sakit digigit semut," ujar Siswanto sambil tersenyum. 

Siswanto menambahkan bahwa tidak semua orang bisa di vaksin,  ada 14 pertanyaan sebelum di vaksin. Yang antara lain, usia diatas 60 tidak bisa divaksin,  kondisi tubuh yang tidak vit,  punya penyakit penyerta dan yang lain. 

Sebelum di vaksin seluruh pejabat di cek terlebih dahulu kesehatanya. Tampak Dandim 0721/Blora (depan)  dan Siswanto wakil ketua DPRD dari Fraksi Golkar (belakang)  di cek kesehatanya.


"Sebelum di vaksin kita dicek kesehatan terlebih dulu. Jadi tidak sembarangan, kalau kesehatan tidak normal, ada penyakit penyerta ya,  tidak bisa," jelasnya. 

Untuk tahap pertama ini memang diutamakan, para pejabat, tenaga medis  atau tenaga kesehatan terlebih dahulu. 

Siswanto berharap setelah nanti sudah di vaksin semuanya covid 19 bisa sirna. Supaya kehidupan bisa normal kembali. 

"Semoga setelah di vaksin semuanya,  kehidupan menjdi normal kembali. Sehingga perekonomian bisa berjalan seperti dulu lagi,  tidak ada covid lagi, " harapnya. 

Tidak lupa ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Blora, tetap disiplin protokol kesehatan. Menerpkan 3M.  Memakai masker, mencuci tangan dna menjaga jarak. 

Sebelumya untuk tahap pertama Kabupaten Blora, menerima 7.440 vial vaksin pada Sabtu (23/1) malam lalu, yang di simpan di Unit Pelayanan Tehnik Daerah (UPTD) gudang Farmasi Dinas Kesehatan Blora, dengan penjagaan ketat dari TNI -Polri dan Satpol PP. (her/red)


Share:

Cegah Covid 19 di Lingkungan TPK dan Persemaian, Perhutani Bagikan APD

 



BLORA,  (jatengtiga.com) - Perkembangan covid 19 di akhir Desember ini di Kabupaten Blora tergolong tinggi. 

Guna mencegah penyebaran covid 19 dilingkungan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Rabu (30/12) pihaknya membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa sabun cair dan vitamin untuk menambah imun di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Banjarbaru, Kecamatan Ngawen dan persemaian benih di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalonan Todanan. 

"Kita bagikan APD berupa sabun cair dan vitamin untuk menambah imun kepad tenaga kerja non karyawan di wilayah KPH Blora, guna mencegah penyebaran covid di TPK dan tempat Persemaian, "ungkap Adminstratur (Adm) KPH Blora Agus Widodo (Rabu, 30/12)

Adm. Agus Widodo menambahkan ini adalah bentuk kepedulian Perhutani kepada tenaga kerja non karyawan di lingkunganya,  melalui dana Bina lingkungan. 

"Saya berpesan kepada semuanya saja, ditengah pandemi covid 19 ini,  selalu disiplin protokol kesehatan. Wajib 3M,  memakai masker,  mencuci tangan dengan sabun setiap selesai kegiatan dna menjaga jarak," pungkasnya. (her/red)

Share:

Perhutani Salurkan Paket Sebako Kepada OS & Janda dan Pensiunan Perum Perhutani

 

BLORA,  (jatengtiga.com) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora salurkan sejumlah paket sembako kepada janda dan pensiunan Perhutani.

Bantuan paket sembako di gelar di ruang pertemuan kantor KPH Blora, Rabu (30/12) dengan sederhana tetap menerapkan protokol kesehatan.

Penyaluran paket sembako lansung dipimpin Administratur (Adm) KPH Blora Agus Widodo,  didampingi wakil Adm, Kasi PSDH, Kasi Keu & sejumlah staf Perhutani setempat. 

Agus Widodo mengatakan penyaluran paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian Perhutani kepada warga terdampak covid 19 di lingkungan KPH Blora. 

"Ini adalah bantuan bina lingkungan di wilayah KPH Blora, kepada sejumlah OS & Janda  pensiunan karyawan yang terdampak covid 19," ungkap Adm KPH Bkora, Agus Widodo (Rabu, 30/12/ 2020).

Adm. berpesan ditengah pandemi covid 19 ini hendaklah selalu mematuhi disiplin protokol kesehatan, 3M. Memakai masker,  mencuci tangan dan menjaga jarak.(her/red)

Share:

Selama 2020 Perhutani KPH Blora, Tangani 6 Kasus Pencurian Kayu

 


BLORA, 8/1 (jatengtiga.com) - Selama 2020 Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, menangani sebanyak 6 kasus pencurian kayu dengan 7 tersangka,  kerugian yang dialami sebesar Rp. 739.097.000 dan jumlah pohon/tunggakan yang hilang sebanyak 1928 batang. 

Kerugian ini turun dibnadingkan dengan tahun 2019 dengan kasus dan tersangka yang sama, yakni Rp. 1.207.172.600 dan jumlah pohon/tunggakan yang hilang sebanyak 3.662 batang. 

"Tahun ini turun mas,  dibandingkan tahun lalu. Meskipun jumlah kasus dan tersangkanya sama," ungkap Administratur (Adm.) KPH Blora Agus Widodo.(Jumat, 8/1/2020).

Meski demikian pihaknya akan selalu berusaha memperhatikan dan bekerjasama dengan masyarakat lingkungan hutan, untuk bersama sama menjaga kelestarian hutan.

"Kita selalu bersinergi,  baik dengan masyarkat lingkungan hutan dan petugas dari TNI -Polri untuk menjaga kelestarian hutan, " imbunya. 

Selain itu, menurut Adm, pihaknya juga memberikan bantuan sosial melalui  dana bina lingkungan kepada masyarakat di lingkungan hutan. 


Di 2020 ini sebesar Rp. 175.000.000, sudah dibagikan ke warga binaan di lingkungan hutan KPH Blora. 

"Melalui dana bina lingkungan, dan bagi hasil kayu sudah kita upayakan kepada masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ini supaya kita sama sama menjaga kelesterian hutan, "tutupnya. (Her/red)

Share:

Sudah Memiliki Kartu Tani, Petani di Blora Masih Kesulitan Pupuk

Sukir petani yang sudah memiliki kartu tani, namun belum dapat jatah pupuk, saat panen terong bersam keluarganya

BLORA, (JatengTiga.com) - Seorang petani terong di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk, padahal dirinya sudah memiliki kartu tani dan sudah mengajukan pupuk ke kios.

Ia bernama Sukir (58) warga dukuh Ketangar, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora. Ia memiliki sebidang lahan di Kelurahan Kunden.

Lahanya saat ini ia tanami terong, usai panen Bawang merah. Kini terongnya sudah mulai dipanen, dan untung besar.

Namun ia mengaku kesulitan saat mau beli pupuk subsidi, terpaksa ia beli pupuk non subsidi. Namun karena ia menanam terong, ia hanya membutuhkan pupuk 1 kwintal saja.

"Sulit mas, padahal saya sudah tunjukan kartu tani saya, dan sudah daftar bulan Desember lalu. Tapi sampai sekarang belum dapat, terpaksa saya beli yang non subsidi," jelas Sukir saat memanen terongnya (Jumat, 8/1/2020).

Ia menambahkan sudah mendaftarkan kartu taninya sejak 20 Desember lalu, katanya bulan Januari diberi pupuk namun sampai sekarang masih belum dapat.

"Saya sudah daftarkan kartu tani saya 20 Desember lalu, sampai sekarang belum dapat. Terpaksa saya beli dua zak dengan harga Rp.575.000. Padahal kalau pakai kartu tani sekitar Rp.150.000/zak," imbuhnya.

Menurutnya, sekarang per hektar hanya dapat jatah dua kwintal saja, padahal dulu bisa dapat banyak. 

             Istri Sukir saat membatu memanen terong di lahan miliknya.


"Katanya sekarang satu hektar hanya dapat jatah satu kwintal saja, padahal dulu bisa dapat banyak," katanya.

Ia merasa seperti dianak tirikan oleh Pemerintah. Jika masa panen kadang harga hancur, sedangkan disaat harganya bagus mencari pupuk sulit.

Ia berharap pupuk bisa lancar seperti dulu, agar petani bisa membeli lancar dalam bertanam tidak sulit seperti sekarang ini.

Terpisah Siswanto, Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora yang mendapat keluhan dari rakyat mengatakan, ingin mengajak komisi Pengawas Pupuk cek ke lapangan.

"Jelang pemupukan kedua musim tanam sekarang, petani kesulitan pupuk lagi. Kami minta agar Komisi Pengawas Pupuk yang dibentuk oleh Bupati, bergerak cek ke lapangan. Apakah pupuk tidak ada, atau karena ada regulasi baru, atau menunggu apa?," ungkapnya.(her/red)









Share:

8 Bulan Menghilang di Hutan, Pembunuh Mantan Istrinya di Bekuk Polisi

 

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama (Kanan) menanyai tersangka Sakirin saat menghilang dihutan Sumber,Kecamatan Japah, Blora

BLORA, (JatengTiga.com)- Dibakar api cemburu seorang pria di Blora, tega membunuh mantan istrinya, yang saat sedang asyik berduaan dengan lelaki lain yang akan menikahinya.

Diketahui ia bernama Sakirin (63), warga warga desa Gaplokan RT 03/01, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,

Awalnya pada delapan bulan lalu, (21/4/2020) mantan istrinya yang bernama Sunarti (50), sedang berduaan dengan Sarjan (50) dipematang sawah. Karena cemburu Sakirin mendatangi mereka dan membacok keduanya hingga luka parah yang mengakibatkan mantan istrinya meninggal dunia.

"Karena cemburu, ia melakukan penganiayaan terhadap keduanya, Sarjan mengalami luka, dan Sunarti mantan istrinya meninggal dunia," ungkap Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama kepada sejumlah media.(Jumat, 8/1/2020)

Selanjutnya, selama delapan bulan ia menghilang dihutan Japah bersembunyi di sebuah gua, sehingga pihak kepolisian sulit untuk mencari jejaknya.

Dan berdasarkan informasi warga, pada Jumat (8/1) Tim Buser Satreskrim Polres Blora yang dipimpin oleh Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Edi Santosa,SH dan Kanit Buser Ipda Budi Santosa,SH bergerak cepat dengan melakukan penyisiran di kawasan hutan.

Tak membutuhkan waktu lama, dalam kurun waktu 2 jam, akhirnya pelaku diringkus petugas ketika bersembunyi di dalam hutan Sumber Kecamatan Japah.

Selanjutnya, tersangka digelandang ke Mapolresta Blora, berikut barang bukti berupa satu buah Sabit, satu buah gejik (alat bercocok tanam) satu buah Sebo (penutup muka) serta 2 buah caping dan air minum, serta sejumlah pakaian korban.

Kapolres menjelaskan bahwa tersangka di jerat pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. 

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku di jerat pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara," tandas Kapolres Blora.

Sementara itu, tersangka Sakijan mengaku bahwa selama menjadi buron, dirinya tinggal di dalam goa di wilayah hutan di Sumber Japah, dan untuk bertahan hidup dirinya makan buah ataupun umbi umbian seadanya yang ditemukan di dalam hutan.

"Saya bersembunyi di gua ditengah hutan,  makan seadanya untuk bertahan hidup. Ada ketela yo tak makan ketela, ada ular tak makan," tutupnya. (her/red)




Share:

Terbaru

Polhut dan Asper Perhutani Dipersenjati Kembali

  REMBANG, JATENGTIGA . com - Marakanya pencurian kayu sonokeling akhir - akhir ini di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Ka...

Total Pageviews

Categories

Blog Archive

OLAH RAGA

SELANJUTNYA »

Follow by Email